Indonesia Serukan BRICS Aktif Menjaga Stabilitas Global

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyerukan bahwa BRICS harus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global, salah satunya dengan mendorong penegakkan hukum internasional secara adil dan tanpa standar ganda.
Sebagai kekuatan Global South, BRICS harus menjadi bagian dari solusi termasuk reformasi sistem perdagangan dunia agar inklusif, terbuka, dan nondiskriminatif, dengan WTO sebagai fondasi utama.
Baca Juga: Wapres AS Sebut Perundingan dengan Iran Alami Kemajuan
Melalui keanggotaan forum ini, Indonesia akan memperkuat kolaborasi di sejumlah sektor strategis termasuk ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan serta reformasi tata kelola global.
"Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan," ujar Sugiono saat BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Jumat (15/5).
Baca Juga: Xi-Trump Bertemu, Bahas Isu Taiwan hingga Selat Hormuz
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti gugurnya empat prajurit UNIFIL Indonesia dan kembali menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab. Ia menegaskan, keselamatan personel tidak boleh dikompromikan.
Keanggotaan Indonesia pada BRICS diharapkan dapat memberikan manfaat serta kerja sama konkret bagi Indonesia, mengingat BRICS mewakili 28-30% dari total GDP serta merepresentasikan 45% populasi dunia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































