Indonesia-Bosnia Sepakat Pererat Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM – Indonesia dan Bosnia sepakat untuk mempererat hubungan bilateral di bidang pertahanan termasuk melalui latihan militer.
Hal itu diungkapkan saat pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Manahan MP Sitompul di Kemhan RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur
"Indonesia dan Bosnia menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang industri pertahanan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan militer, serta kerja sama dalam misi perdamaian dunia," tulis Kemhan RI melansir keterangan tertulis, Sabtu (8/11).
Komitmen tersebut mencerminkan keduanya memiliki hubungan diplomatik yang kuat, dimulai sejak pengakuan kemerdekaan Bosnia pada tahun 1992. Indonesia memiliki kedutaan besar di Sarajevo (KBRI Sarajevo) yang diresmikan pada tahun 2010.
Baca Juga: Satgas Indo RDB XXXIX-G/MONUSCO Bantu Warga Lokal Perbaiki Jalan
Persahabatan antara Indonesia dan Bosnia tumbuh dari solidaritas kemanusiaan dan semangat perdamaian, yang akan senantiasa dijaga melalui setiap upaya diplomasi pertahanan. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































