INTERNASIONAL

Indonesia–Australia Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan 2+2 di Canberra

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono menghadiri pertemuan 2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting yang digelar di Canberra pada Kamis, 28 Agustus. (Foto: Dok. Tim Media Menhan SS)

Jakarta, IDM – Hubungan bilateral Indonesia dan Australia kembali diperkuat melalui Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting) yang digelar di Canberra pada Kamis, (28/8). Forum strategis ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperdalam kerja sama di bidang pertahanan, diplomasi, dan stabilitas kawasan.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono. Dalam sambutannya, Marles menekankan pentingnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis dari perspektif geografis dan keamanan nasional Australia.

Ia juga menyoroti Defense Cooperation Agreement (DCA) yang telah ditandatangani tahun sebelumnya sebagai tonggak penguatan hubungan pertahanan kedua negara.

“Indonesia bukan hanya tetangga, tetapi mitra utama dalam menciptakan kawasan yang aman dan stabil,” tegas Marles.

Baca Juga: PBB: Lebih dari 36.000 Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Akibat Serangan Terbaru Israel

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong turut menyampaikan sambutan yang menekankan nilai strategis kunjungan delegasi Indonesia. Ia menggarisbawahi kesamaan visi kedua negara dalam membangun kawasan Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera.

Wong juga mengumumkan sejumlah inisiatif baru, termasuk penguatan kerja sama maritim, kemitraan untuk perdamaian dan stabilitas regional, kolaborasi di kawasan Pasifik, dan dukungan bersama terhadap proses perdamaian di Timur Tengah.

Komitmen Indonesia terhadap Kemitraan Regional

Menlu RI Sugiono menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pertemuan ini dan menegaskan bahwa kedekatan dengan Australia merupakan bagian dari kepentingan nasional Indonesia. Ia menyebut forum 2+2 sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi diplomatik dan pertahanan, serta kontribusi aktif terhadap stabilitas regional dan global.

Sementara itu, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti pertemuan 2+2 secara langsung, setelah sebelumnya mendampingi Presiden RI Prabowo dalam kapasitas Menhan.

Baca Juga: Zelensky Sebut Opsi Tiga Negara Tuan Rumah Pertemuan dengan Putin

Ia berharap diskusi yang berlangsung dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat hubungan bilateral.

Menhan Sjafrie mengusulkan sejumlah inisiatif kerja sama, antara lain penguatan hubungan antarpemimpin (leaders to leaders) dan antarwarga (people to people contact), pertemuan trilateral Indonesia-Papua Nugini-Australia, kerja sama pertahanan darat dan pelatihan khusus kontra-terorisme, serta pengembangan latihan gabungan tiga matra.

Menhan Australia menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan DCA. Ia menekankan pentingnya pertukaran informasi strategis, peningkatan kepercayaan institusional, dan kolaborasi industri pertahanan.

Baca Juga: Israel Kirim Serangan Udara ke Damaskus, Tewaskan 6 Tentara

Dalam bidang maritim, Marles menyoroti pentingnya implementasi kesepakatan kerja sama, termasuk koordinasi antara Bakamla, Badan Informasi Geospasial Indonesia, dan mitra lainnya dalam membangun Maritime Domain Awareness (MDA).

Menutup pernyataannya, Menhan Sjafrie menegaskan pentingnya menjaga prinsip dasar dalam hubungan bilateral, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial.

Ia menyampaikan penghargaan atas komitmen Australia dalam hal tersebut dan menekankan bahwa hubungan Indonesia–Australia harus terus dijaga secara konstruktif dan berkelanjutan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.