India Berencana Akuisisi 26 Pesawat Tempur Rafale dan 3 Kapal Selam Scorpene

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan India telah memberikan lampu hijau untuk rencana akuisisi 26 pesawat tempur Rafale Marine dan tiga kapal selam Scorpene dari Prancis. Nilai kontrak pembelian ini disebut mencapai $ 9,75 miliar.
Dilansir dari Reuters, Jumat (14/7), pesawat tempur Dassault Rafale Marine disebut akan melengkapi kapal induk India INS Vikrant. Kemudian, tiga kapal selam Scorpene nantinya akan dibangun di Galangan Kapal Mazagon Mumbai.
Baca Juga: Jenderal Rusia Dipecat Usai Beberkan Kebenaran Pahit di Medan Tempur
Sementara, penandatanganan kontrak akan dilaksanakan saat Perdana Menteri Narendra Modi dan Menteri Pertahanan India Rajnath Singh bertemu otoritas Prancis pada minggu ini.
"Harga dan ketentuan pembelian lainnya akan dinegosiasikan dengan Pemerintah Prancis setelah mempertimbangkan semua aspek yang relevan, termasuk harga pengadaan komparatif pesawat serupa oleh negara lain," kata Singh.
Baca Juga: Ribuan Warga Ukraina Dilaporkan Disiksa dan Ditahan di Rusia
Dalam beberapa tahun terakhir, India telah menambah anggaran pengeluaran untuk memodernisasi militer. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan produksi dalam negeri. Awal tahun ini, pemerintah India telah mengusulkan kenaikan belanja pertahanan sebesar 13% menjadi 5,94 triliun rupee untuk tahun anggaran 2023-2024.
India pun telah mengandalkan jet tempur Prancis selama empat dekade. Jauh sebelum membeli Rafale pada 2015, India mengakuisisi pesawat Mirage pada 1980-an. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































