India Beli Rudal Berkemampuan Nuklir Senilai $2,36 Miliar

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) India menandatangani kontrak pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos berkemampuan nuklir senilai 195,2 miliar rupee (sekitar $2,36 miliar). Tujuannya untuk memperkuat pertahanan angkatan laut.
Baca Juga: Singapura akan Akuisisi Delapan Pesawat Tempur F-35A
“Kontrak pengadaan rudal BrahMos telah ditandatangani dengan BrahMos Aerospace Private Limited dengan nilai Rs 19.518,65 crore. Rudal-rudal ini akan digunakan untuk memenuhi perlengkapan tempur dan pelatihan Angkatan Laut India,” kata Kemhan India melansir AA, Sabtu (2/3).
BrahMos merupakan kolaborasi antara India dan Rusia yang dimulai pada akhir tahun 1990an. Selain dari kapal laut, sistem rudal jelajah supersonik jarak jauh ini dapat diluncurkan dari kapal selam, pesawat terbang atau dari darat.
Baca Juga: Polandia akan Luncuran Satelit Militer Tahun Depan
Berdasarkan laman resmi Brahmos, rudal supersonik itu mampu meluncur dengan kecepatan hampir 3 mach dengan jangkauan lebih dari 290 kilometer. Sehingga, membuat sulit dicegat dan mampu menyerang target apapun. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































