INTERNASIONAL

HRW: Militer Myanmar Serang Kamp Pengungsian Warga Sipil

Mung Lai Kyet
Kamp pengungsian Mung Lai Kyet di Mynmar hancur. (Foto: Dok. Hrw.org)

Jakarta, IDM - Human Right Watch (HRW) mengatakan bahwa junta militer Myanmar telah menyerang sebuah kamp yang menampung ratusan warga sipil pada beberapa waktu lalu. Serangan itu menewaskan 28 warga sipil termasuk 11 anak-anak.

“Serangan dan penembakan berulang kali yang dilakukan militer Myanmar terhadap sebuah desa yang dipenuhi pengungsi merupakan tindakan yang disengaja dan tidak pandang bulu,” kata Manny Maung, peneliti HRW Myanmar melansir Hrw.org, Kamis (19/10).

Baca Juga: Pasokan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza, Menumpuk di Perbatasan Rafah

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa otoritas HRW mewawancarai lima saksi dan meninjau 20 gambar dan tiga video terkait serangan tersebut, yang menunjukkan junta militer Myanmar menembakkan misil dan artileri dari darat. Serangan itu pun disebut sebagai kejahatan perang, yang juga melukai lebih dari 60 orang lain.

*Pihak yang melakukan atau memerintahkan pelanggaran hukum perang, bertanggung jawab atas kejahatan perang. Serangan berulang yang melanggar hukum terhadap Mung Lai Hkyet, tanpa menunjukkan adanya sasaran militer, menunjukkan dengan kuat bahwa serangan tersebut disengaja," tulis HRW.

Insiden ini terjadi di kamp pengungsian Mung Lai Hkyet yang terletak sekitar 5 km dari markas besar Laskar Kemerdekaan Kachin (KIA), dekat perbatasan dengan Cina. Selama beberapa dekade, KIA terlibat konflik dengan militer Myanmar.

Baca Juga: AS Sebut Cina Ratusan Kali Lakukan Manuver Berbahaya di Udara

Ketika gencatan senjata dengan KIA gagal pada tahun 2011, wilayah Mung Lai Hkyet, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Lisu, mulai menampung para pengungsi yang melarikan diri.

Situasi Myanmar semakin memburuk ketika pihak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021, yang memicu pertentangan rakyat luas dan menewaskan ribuan orang. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.