Hamas Tuntut Komitmen Israel atas Kesepakatan Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Hamas menyatakan bahwa gencatan senjata tidak dapat dilanjutkan selama Israel terus melanggar kesepakatan tersebut, yang diklaim telah dilanggar sekitar 738 kali sejak Oktober lalu.
Hal itu diungkapkan oleh Otoritas Hamas Husam Badran, sekaligus menyerukan kepada para mediator untuk meningkatkan tekanan pada Israel agar sepenuhnya menjalankan komitmen kesepakatan.
Baca Juga: Indonesia-Pakistan Tegaskan Kemitraan Baru, Prioritaskan Agrikultur dan Teknologi Informasi
"Fase selanjutnya tidak dapat dimulai selama pendudukan [Israel] terus melanggar perjanjian dan menghindari komitmennya. Hamas telah meminta para mediator untuk menekan pendudukan agar menyelesaikan implementasi fase pertama,” ujarnya melansir Al Jazeera, Rabu (10/12).
Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 10 Oktober lalu, berfokus pada pertukaran tawanan antara Hamas dan Pasukan Bersenjata Israel (IDF). Tahap Pertama kesepakatan juga mencakup penarikan sebagian pasukan Israel dari Gaza.
Baca Juga: Lebih dari 9.000 Anak Dirawat di Gaza karena Kekurangan Gizi Akut
Namun, rincian fase selanjutnya, termasuk tata kelola Gaza di masa depan, potensi pengerahan pasukan stabilisasi internasional, dan pembentukan apa yang disebut sebagai Board of Peace, masih belum terselesaikan.
Sementara, tekanan terus meningkat di kalangan warga Palestina dan komunitas internasional karena serangan Israel terus berlanjut. Menurut otoritas kesehatan di Gaza, serangan Israel sejak awal gencatan senjata telah menewaskan sedikitnya 377 orang dan melukai 987 orang. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































