INTERNASIONAL

Hadapi Pengaruh Cina, Australia Sepakati Perjanjian Bilateral dengan Tuvalu

Perdana Menteri Australia dan Tuvalu Sepakati Perjanjian Bilateral
Perdana Menteri Australia dan Tuvalu Sepakati Perjanjian Bilateral. (Foto: Dok. X/Anthony Albanese)

Jakarta, IDM - Australia menandatangani perjanjian bilateral dengan Tuvalu, yang bertujuan untuk menghadapi pengaruh Cina di Pasifik dan melindungi megara kepulauan itu dari ancaman perubahan iklim.

Kesepakatan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano pada Forum Kepulauan Pasifik di Kepulauan Cook pada beberapa waktu lalu.

“Australia dan Tuvalu adalah keluarga. Kami meningkatkan hubungan kami ke kemitraan yang lebih terintegrasi dan komprehensif,” kata Albanese di akun X resminya, Minggu (12/11).

Baca Juga: Konflik Memanas, WHO Peringatkan Risiko Penyebaran Penyakit di Jalur Gaza

“Perdana Menteri Natano dan saya menandatangani perjanjian yang akan menjaga masa depan Tuvalu dengan tetap menghormati kedaulatan, yang dikenal sebagai ‘Persatuan Falepili’,” tambahnya.

Lebih lanjut, Albanese menekankan bahwa kerja sama ini merupakan upaya untuk menangani perubahan iklim yang berdampak signifikan terhadap Tuvalu. Selain itu, Australia juga akan memberi bantuan militer dan membantu meningkatkan pertahanan Tuvalu.

“Australia berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada Tuvalu sebagai respons terhadap bencana alam besar, pandemi kesehatan, dan agresi militer,” kata Albanese melansir Pm.gov.au.

Baca Juga: Filipina Sebut Cina Tembak Meriam Air ke Kapal Penjaga Pantai

Namun, Albanese dan Natano tidak menjelaskan lebih lanjut tentang detail perjanjian keamanan tersebut.

Tuvalu, yang terdiri dari beberapa pulau dan berdekatan dengan Australia, adalah salah satu negara yang paling berisiko terkena dampak perubahan iklim dan telah lama menyuarakan masalah ini di forum internasional.

Sementara, Australia terus menjalin kerja sama ekonomi dan sosial yang lebih erat dengan Negara Kepulauan Pasifik sebagai cara untuk menjamin keamanan di kawasan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.