INTERNASIONAL

Hadang Ekspansi Cina di LCS, Jepang Berencana Kirim Enam Kapal Perusak untuk Filipina

Abukuma class destroyer escort.
Abukuma class destroyer escort merupakan kapal perusak yang relatif kecil milik Angkatan Laut Jepang. (Foto: Dok. Shipshub.com)

Jakarta, IDM – Jepang berencana mengekspor enam kapal perusak (destroyer) untuk militer Filipina. Hal itu dilakukan untuk menghadang ekspansi Cina, khususnya di Laut Cina Selatan (LCS).

Surat kabar Jepang, Yomiuri pada Minggu (6/7) melaporkan bahwa Jepang akan mengirim enam destroyer escort kelas Abukuma untuk Filipina. Kapal perusak kelas Abukama telah digunakan Angkatan Laut Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force) atau selama tiga dekade terakhir.

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (8/7), Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani, dan Sekretaris Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro telah menyetujui ekspor enam kapal perusak tersebut saat mereka bertemu di Singapura, bulan lalu.

Baca Juga: Yonif Tengkorak Miliki Komandan Batalyon yang Baru

Sejauh ini, belum ada komentar resmi, baik dari Jepang maupun Filipina terkait pengiriman kapal-kapal tersebut.

Jepang dan Filipina sama-sama menghadapi agresivitas Cina di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan. Kedua negara kemudian memperkuat kerja sama militer dengan mengadakan latihan bersama.

Spesifikasi Abukama

Abukuma class destroyer escort merupakan kapal perusak yang relatif kecil. Memiliki panjang 109 meter dan lebar 13 meter dengan kecepatan maksimal 27 knots.

Kapal dirancang untuk perang anti kapal selam (AKS) atau anti submaribe warfare (ASW) serta tugas patroli dan pengawalan laut.

Baca Juga: 45 Awak Kapal Perang Ikut Pelatihan Perawatan Senjata Meriam dan Prosedur Misfire

Abukuma dipersenjatai rudal anti-kapal selam dan anti-kapal, tabung torpedo, dan berbagai senjata.

Kapal jenis ini mampu menampung 120-130 personel, dan tidak memiliki hangar, hanya landasan helikopter (helipad).

Sejauh ini, militer Filipina belum memiliki kapal destroyer, hanya fregat dan korvet. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.