INTERNASIONAL

Gelar Latma Gabungan dengan Rusia, Belarus Tekankan Transparansi

Aleksander Lukashenko dan Vladimir Putin
Presiden Belarus Aleksander Lukashenko (kiri) saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan). (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM – Rusia dan Belarus akan menggelar latihan militer gabungan 'Zapad 2025' pada 12-16 September mendatang. Latihan ini ditekankan bersifat netral dan tidak ditujukan bagi pihak manapun.

"Tujuan keseluruhannya adalah untuk menguji kemampuan Republik Belarus dan Federasi Rusia dalam menjamin keamanan militer Union State dan kesiapan mereka untuk menangkal kemungkinan agresi," kata Asisten Menhan Belarus Valery Revenko melansir lamam Kemhan Belarus, Mil.by, Kamis (14/8).

Union State adalah persatuan dan aliansi tanpa batas antara negara pecahan Uni Soviet dan negara-negara tetangga.

Baca Juga: Netanyahu Dukung Penuh Visi Israel Raya Caplok Yordania Hingga Mesir

Lebih lanjut, Revenko menyoroti peningkatan latihan militer gabungan negara-negara di kawasan, salah satunya 'Iron Defender', yang akan berlangsung pada bulan September di Polandia dan dekat perbatasan dengan Belarus.

Lebih dari 34.000 personel militer dan 600 peralatan militer juga akan berpartisipasi dalam rangkaian latihan ini, yang beberapa kali lipat lebih banyak daripada jumlah partisipan Zapad 2025.

Dengan demikian, ia menyayangkan bahwa banyak pihak yang menggunakan dalih latihan Rusia-Belarus menimbulkan ancaman sehingga banyak negara meningkatkan skala dan intensitas latihan tempur.

"Beberapa media dan sumber internet terus mempublikasikan informasi yang kontradiktif, provokatif, dan tidak benar tentang latihan yang akan datang di wilayah negara kami," ujarnya.

Baca Juga: Akan Bertemu Putin, Trump Peringatkan Konsekuensi Jika Tidak Setuju Akhiri Konflik di Ukraina

"Demi menjaga keamanan regional dan memulihkan kepercayaan serta hubungan baik bertetangga di Eropa, Republik Belarus bermaksud memastikan keterbukaan dan transparansi maksimum dalam kegiatan militernya," sambungnya.

Demi mewujudkan keterbukaan, ia juga menyatakan bahwa beberapa negara akan menjadi pengamat dalam latihan tersebut. Perwakilan dari sembilan negara anggota NATO juga akan berkesempatan untuk mengamati.

Belarus, sekutu terdekat Rusia, telah mengalami hubungan yang semakin renggang dengan negara-negara tetangga selama beberapa tahun terakhir setelah Moskow menggunakan wilayah Belarus sebagai pangkalan untuk menyerang Kyiv. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.