Fregat Admiral Essen Rusia Dicat Abu-abu untuk Kelabuhi Militer Ukraina

Jakarta, IDM - Kapal perang Angkatan Laut Rusia, Admiral Essen terlihat menyamar di Laut Hitam di Sevastopol, Senin (19/6), dan di Novorossiysk, pada Rabu (21/6).
Dilansir dari Naval News, Jumat (23/6), kapal perang jenis fregat kelas Laksamana Grigorovich ini nampak dicat ulang dengan haluan dan buritan abu-abu yang disamarkan dengan cat hitam.
Baca Juga: AS dan India Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan
Sebagian besar kapal perang Angkatan Laut Rusia berukuran besar dan berwarna kehitaman. Upaya menyamar dengan cat warna abu-abu ini dilakukan untuk sembunyi dari pengawasan militer Ukraina.
Menurut Naval News, pengecatan tersebut tak hanya bertujuan sebagai estetika, tapi juga upaya untuk membingungkan operator pesawat tak berawak Ukraina, agar percaya kapal perang itu adalah target yang kurang berharga.
Baca Juga: Iran Akan Tingkatan Kemampuan Luncur Rudal Hipersonik Fattah Hingga 2.000 km
Pengecatan ulang juga bertujuan untuk mengecilkan ukuran tampilan kapal agar identitas kapal tidak terkonfirmasi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































