Eskalasi Konflik Global, Komisi I DPR RI Dukung Presiden Prabowo Perkuat Pertahanan Siber

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi militer berbasis teknologi dan penguatan pertahanan siber.
Pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo saat berpidato dalam HUT ke-80 Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Minggu (17/8).
Baca Juga: Gempa di Poso, Pemerintah Wajib Prioritaskan Kebutuhan Pokok Pengungsi
Menurut Sukamta, langkah Presiden Prabowo sejalan dengan kebutuhan mendesak bangsa mengingat eskalasi ancaman di kawasan Indo-Pasifik yang kian kompleks, mulai dari konflik Laut Cina Selatan hingga rivalitas strategis Amerika Serikat–China.
“Indonesia harus segera memperkuat daya tangkal nasional melalui pertahanan siber yang terintegrasi dengan sistem pertahanan modern. Tantangan di era multipolar bukan hanya serangan konvensional, tetapi juga ancaman di ruang cyber yang dapat melemahkan kedaulatan bangsa,” tegas Sukamta, Rabu (20/8).
Sukamta juga menekankan bahwa diplomasi pertahanan Indonesia perlu diperkuat melalui kerja sama regional dan internasional yang cerdas, menyeimbangkan kepentingan geopolitik sekaligus mengutamakan kemandirian nasional.
"Langkah strategis, pemerintah segera menyusun Grand Design Pertahanan 2045 yang mencakup empat dimensi utama: pangan, energi, cyber, dan maritim. Selain itu, pengembangan industri pertahanan nasional harus diperluas melalui kemitraan dengan negara-negara strategis seperti Korea Selatan, Turki, dan sejumlah negara Eropa,” tuturnya.
Baca Juga: Komisi I DPR RI Soroti Pentingnya Infrastruktur Penunjang Alutsista untuk Ketahanan Pangan Nasional
“Pondasi pertahanan yang kuat dan adaptif terhadap dinamika global, Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatan, tetapi juga berperan aktif sebagai penyeimbang dalam percaturan geopolitik Indo-Pasifik,” tambah Sukamta.
Lebih lanjut, Sukamta mengusulkan pembentukan Cyber Command TNI sebagai garda utama pertahanan siber, berdampingan dengan Komando Pertahanan Pangan Nasional untuk menjamin kedaulatan di sektor vital lainnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































