Dukung Menlu ke Iran, Komisi I: Indonesia Bebas Menentukan Sikap Diplomatiknya

Jakarta, IDM – Rencana Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mendapat dukungan dari Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal atau Deng Ical.
Menurutnya, kehadiran delegasi resmi Indonesia merupakan bagian dari diplomasi negara yang mencerminkan penghormatan terhadap hubungan bilateral sekaligus penegasan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tidak dapat didikte oleh kepentingan pihak mana pun.
Deng Ical menilai langkah pemerintah mengirimkan perwakilan resmi ke Teheran bukan sekadar bentuk belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran, tetapi juga mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik yang telah terbangun selama puluhan tahun.
"Kami mendukung rencana Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran perwakilan Indonesia menunjukkan rasa hormat dan empati bangsa Indonesia atas peristiwa yang menimpa Iran serta memperkuat hubungan bilateral yang selama ini terjalin dengan baik," ujar Deng Ical.
Baca Juga: KKB Bakar Pesawat Perintis di Yahukimo, Bukti Ancaman tak Lagi Serang Aparat
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri, pertahanan, komunikasi, dan intelijen, Deng Ical menyebut setiap keputusan diplomatik Indonesia harus berpijak pada kepentingan nasional dan amanat konstitusi, bukan dipengaruhi tekanan geopolitik maupun kepentingan negara lain.
Prinsip politik luar negeri bebas aktif, kata Deng Ical, menjadi fondasi utama Indonesia dalam menyikapi dinamika keamanan global, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Politik luar negeri bebas aktif merupakan fondasi diplomasi Indonesia. Kita tidak boleh terseret ke dalam blok atau kepentingan negara mana pun. Indonesia harus bebas menentukan sikap dan kebijakannya berdasarkan kepentingan nasional serta nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia," tegasnya.
Deng Ical menjelaskan hubungan Indonesia dan Iran selama ini dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan, memperkuat kerja sama yang konstruktif, serta komitmen terhadap perdamaian internasional.
Baca Juga: Komisi I DPR Perkuat Fondasi Hukum Kerja Sama Pertahanan Indonesia Bersama Turki dan Malaysia
Deng Ical mengatakan diplomasi yang santun dan saling menghargai harus terus dipertahankan sebagai modal strategis hubungan kedua negara.
Ia menilai stabilitas kawasan Timur Tengah memiliki dampak langsung terhadap keamanan global, termasuk stabilitas ekonomi dan jalur perdagangan dunia.
Oleh sebab itu, Indonesia perlu terus memainkan peran sebagai kekuatan diplomasi yang mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, bukan eskalasi militer.
Baca Juga: Perpres Pertahanan Soroti Ancaman Nonmiliter, Komisi I DPR: Penyebaran LGBT Harus Dicegah!
"Indonesia harus terus menyerukan penghentian perang, menolak segala bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negara lain, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai. Perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi yang harus terus diperjuangkan," katanya.
Ia juga mengemukakan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan prinsip dasar hukum internasional yang harus dijunjung seluruh komunitas global.
Indonesia, lanjut Deng Ical, harus tetap konsisten menjadi jembatan dialog dalam berbagai konflik internasional.
"Kita berharap situasi di Timur Tengah dapat segera membaik. Indonesia harus terus menjadi bagian dari solusi, menjadi jembatan dialog, dan menyuarakan pentingnya perdamaian, stabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































