PARLEMEN

Dua Peserta Kopdes-KNMP Meninggal, DPR Minta Evaluasi Latsarmil

Latsarmil
Program latsarmil SPPI bagi calon manajer Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih. (Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya dua calon pengelola Koperasi Desa (Kopdes) dan koperasi nelayan dalam kegiatan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut perlindungan sumber daya manusia yang menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi masyarakat.

Menurut TB Hasanuddin, penguatan kapasitas pengelola koperasi desa dan koperasi nelayan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan ekonomi kerakyatan.

Maka dari itu, kata TB Hasanuddin, setiap program pelatihan harus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan peserta.

Baca Juga: Diplomasi Parlemen Indonesia-Maroko Diperkuat untuk Mendukung Ketahanan Nasional Berbasis SDM

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya dua calon pengelola Kopdes dan koperasi nelayan dalam kegiatan latihan tersebut. Duka ini tentu dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan maupun seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut," kata TB Hasanuddin.

Ia menilai insiden tersebut perlu menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelatihan, termasuk kesiapan peserta, standar kesehatan, mekanisme pengawasan, serta prosedur keselamatan yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.

"Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, keselamatan, prosedur pelaksanaan, serta pendampingan peserta agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," ujarnya.

TB Hasanuddin menegaskan ketahanan nasional tidak hanya ditopang oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh ketahanan ekonomi masyarakat yang dibangun melalui sumber daya manusia yang berkualitas.

Oleh sebab itu, perlindungan terhadap peserta dalam setiap program pembinaan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, calon pengelola koperasi desa dan koperasi nelayan merupakan SDM strategis yang nantinya berperan menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

Baca Juga: DPR-Kemhan Bahas Pengesahan Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia

Kehadiran mereka sangat penting dalam memperkuat kemandirian desa, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendukung agenda pembangunan nasional dari bawah.

"Penguatan ketahanan ekonomi melalui koperasi desa dan koperasi nelayan membutuhkan SDM yang berkualitas. Namun, kualitas tersebut harus dibangun melalui sistem pelatihan yang aman, terukur, dan memperhatikan kondisi kesehatan peserta. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pembinaan," tegasnya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin meminta pihak penyelenggara dan instansi terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab insiden tersebut. Transparansi diperlukan agar publik memperoleh informasi yang jelas sekaligus menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan.

"Kami juga menunggu hasil penelusuran dan penjelasan resmi dari pihak terkait. Hasil evaluasi tersebut penting untuk memastikan adanya langkah-langkah perbaikan sehingga program penguatan kapasitas masyarakat tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan aspek keselamatan peserta," tuturnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyelenggara program pelatihan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. Dengan sistem mitigasi risiko yang lebih baik, program-program strategis pemerintah dapat berjalan optimal sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada peserta yang terlibat.

Baca Juga: Revolusi Militer Modern, STTAL Cetak Talenta Teknologi Pertahanan

"Pembangunan ketahanan nasional yang kuat harus dimulai dari perlindungan terhadap manusianya. Karena itu, evaluasi yang komprehensif dan perbaikan prosedur menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang," pungkas TB Hasanuddin.

Sebelumnya, dua peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon manajer atau pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia.

Dua peserta tersebut atas nama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Kementerian Pertahanan RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta tersebut saat mengikuti latsarmil program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) KDKMP dan KNMP.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.