PARLEMEN

DPR: Seragam Baru TNI Cocok untuk Tingkatkan Kamuflase di Medan Tempur

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin. (Foto: Dok: DPR RI)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyebut seragam atau Pakaian Dinas Lengkap (PDL) baru TNI cocok digunakan untuk meningkatkan efektivitas kamuflase prajurit di medan tempur. TB Hasanuddin menilai perubahan seragam sudah melalui riset sehingga dirinya tak mempermasalahkan adanya perubahan seragam tersebut.

“No, bukan soal suka dan tidak itu sesuai dengan hasil riset TNI. Mana yang paling cocok dari sisi kamuflase. Karena baju yang kemarin sejak saya bertugaspun sudah pake. Loreng itu,” ungkap TB Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (7/10).

TB Hasanuddin juga menegaskan pengadaan seragam baru TNI tak membebani anggaran negara. TB Hasanuddin menyebut setiap prajurit memang mendapatkan dua setel seragam loreng di setiap tahunnya.

Baca Juga: HUT ke-80, Ketua DPR RI Harap TNI Makin Modern dan Selalu Jaga Kedaulatan Negara

Ia juga membeberkan bahwa pembahasan anggaran pengadaan seragam di DPR juga tidak pernah dilakukan secara rinci.

“Nah soal pengadaan itu gelondongan saja. Sesuai dengan keputusan MK, DPR itu tidak berbicara satuan dua, satuan tiga, satuan satu saja anggarannya saja. Gelondongan,” ujarnya.

“Jadi kami tidak detail bajunya seperti apa semeter berapa, warnanya apa nggak gitu. Kami melihat bahwa kebutuhan TNI satu tahun dua seragam dua baju PDL. Ya sudah dibeli dua baju PDL cuma warnanya berbeda. Jadi sebetulnya tidak ada penambahan anggaran,” tandas TB Hasanuddin.

Baca Juga: Seleksi Pimpinan TNI Tak Perlu Senioritas, DPR: Kemampuan Harus Jadi Utama

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, seragam TNI kini bercorak sage green.

Freddy mengatakan, corak tersebut dipilih setelah melalui pengkajian, baik dari fungsi maupun secara penampilan.

“Secara fungsi dari sisi tempur, bagaimana warna menyesuaikan dengan vegetasi Indonesia. Kemudian bagaimana tingkat kenyamanan dalam penggunaan. Maka dipilihlah corak ini,” ujar Freddy di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (3/10). (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.