DPR Restui Hibah Kapal Induk Garibaldi, TNI AL Matangkan Kesiapan Pangkalan

Jakarta, IDM – DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah eks-kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia. Persetujuan ini sah dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7).
Restu parlemen ini menjadi dasar bagi Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI AL untuk menyelesaikan proses alih kelola kapal. Pemerintah menargetkan kapal pendarat ini tiba di Indonesia pada 20 September 2026.
TNI AL kini menyiapkan sarana pendukung di lapangan. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyebut persiapan penerimaan kapal berjalan sesuai rencana.
"Pada prinsipnya, proses penyambutan dan penerimaan kapal sudah pada tahapan yang telah direncanakan. Secara umum, fasilitas labuh dan sandar kapal ini telah disiapkan dengan baik dengan progres positif," kata Tunggul dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (21/7).
Baca Juga: DPR Ingatkan Bahaya Perampok Berseragam, RUU Perampasan Aset Jangan jadi Senjata Aparat Korup
TNI AL menempatkan fokus utama pada pembangunan pangkalan Teluk Ratai di Lampung. Fasilitas pangkalan di kawasan Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 8 ini sudah mencapai progres 76 persen.
Selain pangkalan, TNI AL menyiapkan prajurit melalui Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal). Para penerbang melatih keahlian pendaratan helikopter menggunakan alat tiruan geladak (helideck simulator) di Skuadron Udara 100 Wing Udara 2, Juanda.
"Terkait latihan manuver helikopter, pada dasarnya Puspenerbal secara rutin dan terjadwal telah melaksanakan pembinaan kemampuan lepas landas dan pendaratan di kapal perang melalui berbagai latihan secara langsung maupun menggunakan simulator geladak," jelas Tunggul.
Latihan geladak ini mendukung konsep Air Wing Mobile (unit sayap udara dinamis). Konsep ini membuat helikopter dan pesawat nirawak (drone) bisa beroperasi langsung dari atas kapal perang tanpa bergantung pada pangkalan darat.
Fasilitas simulator Skuadron 100 ini melatih berbagai misi. Antara lain pertempuran antikapal selam (Anti-Submarine Warfare/ASW), pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR), evakuasi medis (Medical Evacuation/MEDEVAC), pengangkutan logistik, hingga pendaratan drone.
Baca Juga: DPR Ingatkan Hibah Kapal Induk Garibaldi Jangan jadi Beban TNI dan APBN
TNI AL juga menyiapkan sekitar 500 prajurit sebagai awak inti kapal. Kapal asal Italia ini nantinya menjadi pangkalan udara terapung untuk mengoperasikan berbagai drone tempur.
Hibah kapal bernilai 54 juta euro ini menghemat anggaran pembelian kapal baru. Namun, Komisi I DPR memberikan catatan agar pemerintah menghitung biaya perawatan jangka panjang (lifecycle cost) dan melibatkan industri dalam negeri.
TNI AL memastikan proses perawatan kapal akan melibatkan industri lokal.
"TNI AL pasti mendukung kebijakan Pemerintah RI dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dengan memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) oleh PT PAL," kata Tunggul.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































