DPR Dukung Pembentukan Kodam DIY, Keselamatan dan Risiko Gempa jadi Perhatian Utama

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengungkapkan Sri Sultan Hamengkubuwono X telah menawarkan sejumlah alternatif lahan Sultan Ground (Tanah Kasultanan) yang berpotensi digunakan sebagai lokasi Markas Komando Daerah Militer (Makodam) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Langkah ini menjadi bagian penting dalam rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di wilayah DIY.
Meski demikian, Sukamta mengingatkan bahwa DIY merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi.
Baca Juga: Puan Tegaskan Negara Harus Hadir Tangani Bencana Secara Cepat dan Terarah
Oleh karena itu, aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam penetapan lokasi dan pembangunan Makodam, terutama untuk fasilitas-fasilitas strategis seperti gudang amunisi dan persenjataan.
“Bangunan perkantoran bisa dirancang tahan gempa, tetapi untuk fasilitas strategis diperlukan kajian khusus agar aman dalam jangka panjang,” ujar Sukamta.
Menurutnya, kajian teknis dan geologis yang mendalam sangat diperlukan agar keberadaan Kodam DIY nantinya tidak hanya memperkuat sistem pertahanan wilayah, tetapi juga menjamin keamanan personel serta masyarakat sekitar.
Adapun Komisi I DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap penganggaran pembentukan Kodam DIY, seiring dengan kesiapan unsur-unsur pendukung lainnya.
Baca Juga: Komisi I DPR RI Dorong Pembentukan Kodam DIY Berbasis Ketahanan Bencana
Dengan dukungan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), pembentukan Kodam baru di DIY ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2026.
Sukamta mengatakan Komisi I DPR RI akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap seluruh tahapan pembentukan Kodam DIY.
Pengawasan tersebut meliputi proses penetapan lahan, kesiapan personel, pembangunan fisik, hingga dukungan anggaran yang dibutuhkan.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat pertahanan wilayah darat, sekaligus menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































