Diskusi dengan Arab Saudi dan UAE, Iran Bersedia Selesaikan Konflik dengan AS

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya bersedia untuk menyelesaikan masalah dengan Amerika Serikat (AS) berdasarkan kerangka kerja Internasional dan negosiasi, yang bukan di bawah serangan.
Dilansir dari President.ir, Rabu (25/6), hal itu ia ungkapkan saat berbincang melalui telepon secara terpisah dengan pemimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) pada beberapa waktu lalu. Ia juga menyambut peran dua negara Timur Tengah itu dalam meredam konflik.
Baca Juga: Terkait Serangan AS ke Iran, Pengamat Peringatkan Pemerintah Indonesia akan Hal Ini
"Kami siap menyelesaikan masalah antara kami dan AS berdasarkan kerangka kerja internasional dan kami tidak pernah menginginkan apa pun di luar hak-hak kami; dalam hal ini, kami menyambut bantuan apa pun dari negara-negara sahabat dan persaudaraan kami," katanya ke Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Terkait serangan AS ke Iran, Pezeshkian menyebut hal itu telah melanggar aturan internasional dan Iran menanggapinya dengan menyerang markas militer AS di Qatar. Ia menekankan, Iran tidak bermaksud memperluas permusuhan ke Qatar.
“Republik Islam Iran terpaksa menanggapi keterlibatan langsung AS dalam serangan terhadap integritas teritorial Iran dengan meluncurkan serangan rudal ke pangkalan mereka di negara Qatar yang bersahabat dan bersaudara," katanya.
“Iran tidak ingin berhadapan dengan negara-negara Islam dan negara-negara tetangganya, dan saya berharap rezim Zionis, yang terus-menerus menyulut api di kawasan tersebut, juga akan ditempatkan di tempat yang semestinya berdasarkan kerangka internasional," tambahnya.
Baca Juga: Usai Serang Fasilitas Nuklir, AS Sebut Tak Ingin Berperang dengan Iran
Kepada Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed, ia juga menekankan posisi Iran yang terbuka terhadap diplomasi damai guna menyelesaikan konflik. Namun, ia menegaskan bahwa Iran akan mematuhi peraturan jika Israel juga patuh dan tidak melanggar perjanjian damai termasuk gencatan senjata.
“Kami berharap bahwa dalam interaksi Anda dengan AS, Anda menyampaikan dengan jelas bahwa Republik Islam Iran hanya mengejar hak-haknya yang sah dan tidak memiliki tuntutan lebih dari itu. Kami tidak pernah mencari senjata nuklir, dan tidak akan pernah. Tujuan Iran hanya ingin membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyatnya, tetangganya, dan dunia melalui kerja sama,” pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































