PARLEMEN

Diplomasi Parlemen Indonesia-Maroko Diperkuat untuk Mendukung Ketahanan Nasional Berbasis SDM

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto berfoto bersama usai menerima Kunjungan Kehormatan (Courtesy Call) Duta Besar Maroko di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, Senayan. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Penguatan hubungan parlemen antara Indonesia dan Maroko dinilai memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional, khususnya dalam membangun ketahanan negara melalui pengembangan sumber daya manusia, diplomasi internasional, serta penguatan kerja sama pendidikan dan kebudayaan.

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan diplomasi parlemen harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperluas ruang kerja sama yang mendukung kepentingan strategis kedua negara.

Salah satu hasil konkret yang dibahas dalam pertemuan dengan Duta Besar Maroko adalah penyediaan 50 beasiswa bagi warga Indonesia yang ingin mendalami bahasa Arab dan sejarah.

Baca Juga: DPR-Kemhan Bahas Pengesahan Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia

Menurut Utut, investasi pada pendidikan dan pertukaran pengetahuan merupakan bagian penting dari pembangunan ketahanan nasional nonmiliter.

Penguasaan bahasa, pemahaman sejarah, serta peningkatan kapasitas SDM menjadi modal penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Diplomasi parlemen harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kerja sama pendidikan dan program beasiswa ini menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat kualitas SDM Indonesia sekaligus mempererat hubungan strategis kedua negara,” ujar Utut.

Ia menambahkan hubungan Indonesia dan Maroko memiliki fondasi historis yang kuat sejak era Presiden Sukarno dan Raja Mohammed V.

Modal sejarah tersebut menjadi aset diplomatik yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, ekonomi, dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Peningkatan hubungan bilateral melalui jalur parlemen, kata Utut, dapat memperluas jejaring diplomasi Indonesia di kawasan Afrika dan dunia Islam.

Baca Juga: Revolusi Militer Modern, STTAL Cetak Talenta Teknologi Pertahanan

Langkah tersebut penting untuk mendukung kepentingan nasional, memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional, serta membuka peluang kolaborasi yang mendukung stabilitas dan keamanan kawasan.

Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan untuk mengaktifkan kembali Kelompok Kerja Sama Bilateral (GKSB) antarparlemen Indonesia dan Maroko.

Utut berharap forum dapat menjadi instrumen diplomasi yang lebih efektif dalam mendorong kerja sama lintas sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kebudayaan hingga pembangunan kapasitas SDM.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.