Delegasi AS dan Rusia Bertemu untuk Perundingan Damai

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mengirim delegasinya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk bertemu dengan para pejabat Rusia untuk membahas rencana damai konflik Ukraina.
Baca Juga: Paramiliter Sudan Dilaporkan Telah Melakukan Kejahatan Perang
Melansir dari CBS News, Selasa (25/11), sumber yang mengetahui hal itu menyatakan bahwa US Army Secretary Dan Driscoll ke Abu Dhabi untuk perundingan damai berdasarkan versi revisi proposal berisi 28 poin dari AS.
Sebelumnya, Driscoll juga turut terlibat dalam perundingan dengan Kyiv di Geneva. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan Trump Steve Witkoff serta sekutu Eropa pun hadir dalam perundingan tersebut.
Baca Juga: Rusia-Ukraina Saling Serang di Tengah Upaya Perundingan Damai
"Driscoll bertemu dengan anggota delegasi Rusia [Senin malam] selama beberapa jam di Abu Dhabi. Ia dijadwalkan bertemu lagi [pada Selasa] dengan mereka untuk membahas proses perdamaian dan segera memajukan negosiasi perdamaian," kata seorang pejabat AS. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































