Cina Kritik Deklarasi NATO 'Bias dan Provokatif'

Jakarta, IDM – Cina memperingatkan NATO agar tidak menyebarkan bias dan provokasi melalui 'Deklarasi KTT Washington', yang menuduh Cina berperan penting dalam membantu serangan Rusia terhadap Ukraina.
Sebelumnya, NATO menyebut Cina telah memberikan dukungan skala besar terhadap industri pertahanan Rusia, melalui transfer material yang memiliki kegunaan ganda, seperti komponen senjata, peralatan, dan bahan lainnya yang berguna bagi pasukan militer.
Baca Juga: NATO Pastikan Keanggotaan Ukraina Ketika Perang Usai
"Deklarasi KTT NATO di Washington adalah sebuah berita yang mengerikan tentang Asia-Pasifik, produk dari mentalitas Perang Dingin dan penuh dengan retorika perang. Paragraf-paragrafnya mengenai Cina mengandung banyak bias, fitnah, dan provokasi. Kami sangat menyesalkan dan dengan tegas menentangnya, dan telah mengajukan protes serius kepada NATO," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cin Lin Jian, melansir FMPRC, Jumat (12/7).
"Mengenai Ukraina, NATO menegaskan bahwa Cina bertanggung jawab. Ini tidak masuk akal dan disertai niat jahat. Tujuan dan posisi Cina yang adil terhadap Ukraina serta peran konstruktif yang kami mainkan diakui secara luas oleh komunitas internasional," tambahnya.
Baca Juga: NATO Sebut Dukungan Cina Berperan Penting Bagi Rusia Melawan Ukraina
Ia pun menegaskan agar NATO 'merenungkan akar penyebab' perang antara Ukraina dan Rusia serta bertindak nyata untuk deeskalasi dan tidak terus-menerus memperburuk situasi.
"Hingga saat ini, krisis di Ukraina masih belum terlihat berakhir. Siapa sebenarnya yang menyulut api? Komunitas internasional tidak buta. Kami mendesak NATO untuk merenungkan akar penyebab krisis ini dan perilaku NATO sendiri, mendengarkan niat baik dari komunitas internasional dan berkontribusi terhadap deeskalasi, daripada menyalahkan pihak lain," tegasnya. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































