INTERNASIONAL

Cina Klaim Balon Pengintai AS Terbang di Xinjiang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin dalam konferensi pers pada 15 Februari 2023 (Foto: Dok. fmprc.gov.cn)

Jakarta, IDM – Cina klaim Amerika Serikat (AS) telah menerbangkan balon pengintai di wilayahnya melintasi Xinjiang. Cina bahkan menegaskan tidak segan mengambil langkah-langkah serupa seperti yang dilakukan AS, yakni menjatuhkan objek yang dianggap merusak kedaulatan Cina tersebut.

Dilansir dari Reuters, Kamis (16/2), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cina Wang Wenbin mengatakan bahwa balom pengintai AS telah melanggar kedaulatan negaranya sebanyak 10 kali sejak Mei 2022. Selain Xinjiang, balon tersebut telah melintasi Tibet dan beberapa provinsi lainnya.

“Sejak Mei tahun lalu, tanpa persetujuan dari otoritas Cina yang relevan, telah terbang secara ilegal setidaknya 10 kali di atas wilayah udara Cina, termasuk di atas Xinjiang, Tibet dan provinsi lainnya.,” ujar Wang.

Wang pun mengatakan AS telah bertindak berlebihan atas balon udara Cina yang melintas beberapa waktu lalu. Sehingga, Cina akan melakukan hal yang sama, yakni mengambil keputusan tegas terhadap balon AS yang melintasi negaranya. Sebelumnya, Cina mengklaim balon udara tersebut bukanlah pengintai melainkan digunakan untuk kepentingan penelitian meteorologi. Adanya keterbatasan self-steering balon itulah yang menyebabkannya terbang tak terkendali memasuki teritorial AS.

"AS telah menyalahgunakan kekuatan, bereaksi berlebihan, meningkatkan situasi, dan menggunakan ini sebagai dalih untuk memberikan sanksi ilegal kepada perusahaan dan institusi Cina. Pemerintah Cina dengan tegas menentang ini dan akan mengambil tindakan balasan terhadap entitas AS yang relevan yang merusak kedaulatan dan keamanan Cina sesuai dengan hukum," ujarnya.

Baca: Memasuki Satu Tahun Perang, Rusia diperkirakan Kehilangan Separuh Tank Tempur

Pihak AS pun menolak klaim Cina tetapi akan tetap berupaya untuk melakukan komunikasi mengatasi isu balon tersebut. Lebih lanjut, ia menegaskan tidak ada objek milik AS yang melintasi Cina apalagi mengintai.

"Kami berharap, saat kondisi sudah memungkinkan, kita akan bertemu secara langsung. Mereka sekarang mengatakan bahwa ada balon AS di atas Cina. Itu sama sekali tidak benar. Tidak ada balon pemerintah AS di atas Cina," Wakil Menlu AS Wendy Sherman. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.