INTERNASIONAL

Cina dan Inggris Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif Jangka Panjang

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Cina Xi Jinping
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) bertemu Presiden Cina Xi Jinping di Beijing. (Foto: Dok. X/Keir Starmer)

Jakarta, IDM – Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sepakat untuk menjalin Kemitraan Strategis Komprehensif dalam jangka panjang dan konsisten.

Hal itu disepakati kedua pihak saat pertemuan di Beijing pada beberapa waktu lalu. Starmer merupakan Perdana Menteri Inggris pertama yang mengunjungi Cina dalam delapan tahun.

Xi menyoroti bahwa dunia saat ini sedang mengalami gejolak. Cina dan Inggris, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan aktor ekonomi global, akan terus meningkatkan upaya dalam menjaga perdamaian, sambil mempromosikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Baca Juga: Menlu RI Soroti Situasi Myanmar sebagai Tantangan bagi Kredibilitas ASEAN

Xi juga menekankan komitmen Cina terhadap pembangunan damai dan tidak pernah memulai perang atau menduduki sejengkal pun tanah asing. "Cina tidak akan pernah menjadi ancaman bagi negara lain, tidak peduli seberapa besar pertumbuhan dan perkembangannya," kata Xi melansir laman Kepresidenan Cina Gov.cn, Jumat (30/1).

Kerja sama ekonomi saling menguntungkan yang menjadi fokus utama kedua negara, menurut Xi, dapat membuka peluang di berbagai bidang lainnya. Dengan demikian, ia menyerukan kedua belah pihak untuk melakukan penelitian dan aplikasi industri bersama di bidang Kecerdasan Buatan, biosains, energi terbarukan, dan teknologi rendah karbon.

Selain itu, Xi juga menyebut tatanan internasional telah terusik dan hukum internasional hanya akan benar-benar efektif jika semua negara terutama negara-negara besar ikut mematuhinya. "Jika tidak, dunia akan berisiko kembali ke hukum rimba," katanya.

Baca Juga: Usai AS Intervensi Militer ke Venezuela, Kolombia Ajak Negara Amerika Latin Bersatu

Oleh sebab itu, Cina dan Inggris mendorong multilateralisme dan perdagangan bebas. Tujuannya untuk membangun dunia multipolar yang setara dan tertib sekaligus mewujudkan globalisasi yang bermanfaat dan inklusif bagi semua orang.

Dalam kunjungannya selama empat hari, Starmer juga bertemu dengan Perdana Menteri Cina Li Qiang. Li menyatakan, Cina berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang menguntungkan bagi perusahaan dari semua negara termasuk Inggris, untuk berinvestasi di Tiongkok.

Setelah pertemuan tersebut, Li dan Starmer menyaksikan penandatanganan beberapa dokumen kerja sama yang mencakup ekonomi, perdagangan, pertanian, pangan, media, pendidikan, dan regulasi pasar. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.