China Bantah Undang Putin dan Kim Jong Un untuk Konspirasi Lawan Trump

Jakarta, IDM – Pemerintah China membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan parade Hari Kemenangan di Beijing jadi konspirasi antara China, Rusia dan Korea Utara untuk melawan Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun menegaskan tujuan undangan kepada para pemimpin negara dalam parade semata-mata untuk mempererat persatuan global.
"Tujuan undangan Beijing kepada tamu asing adalah untuk menyatukan negara-negara dan masyarakat yang cinta damai dalam mengenang sejarah, menghormati mereka yang telah berkorban, menghargai perdamaian dan menatap masa depan," terangnya, dikutip Global Times, Jumat (5/9).
Baca Juga: Bertemu Putin di Cina, Presiden Korut Kembali Tekankan Komitmen Kemitraan
Guo menerangkan bahwa hubungan diplomatik China tidak diarahkan untuk menentang pihak lain.
"Pengembangan hubungan diplomatik China dengan negara mana pun tidak pernah ditujukan pada pihak ketiga mana pun," tegas Guo.
Adapun Trump menulis di platform media sosial miliknya, Truth Social, menuduh Putin, Xi dan Kim berkonspirasi melawan AS.
Trump juga menyinggung banyaknya tentara AS yang gugur dalam perjuangan China pada masa perang. Ia menegaskan pentingnya menghormati pengorbanan para prajurit AS.
Sama dengan China, Rusia turut membantah tuduhan Trump. Ajudan Presiden Rusia, Yuri Ushakov menyebut tidak ada pembicaraan konspirasi di antara para pemimpin tersebut.
Baca Juga: Unjuk Kekuatan Militer, Presiden Cina Serukan Perdamaian Dunia
"Saya ingin mengatakan bahwa tidak ada yang berkomplot (melawan AS), tidak ada yang mengarang apa pun, tidak ada konspirasi. Lagipula, tidak ada yang memikirkan hal ini, tidak satu pun dari ketiga pemimpin ini yang memilikinya," ungkap Yuri kepada jurnalis Pavel Zarubin dalam wawancara di Telegram.
Diketahui, parade militer dilaksanakan untuk memperingati 80 tahun kemenangan China dalam Perang Dunia II. China memperingati Perang Perlawanan terhadap Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia.
Acara tersebut dihadiri sekitar 26 kepala negara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dengan Presiden Xi Jinping sebagai tuan rumah. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































