INTERNASIONAL

BNPB Minta Masyarakat Kosongkan Area Pantai yang Berpotensi Tsunami Akibat Gempa Rusia

gempa
BNPB meminta masyarakat untuk tidak bermain ke pantai selama ada peringatan dini potensi tsunami akibat gempa di Rusia. (Foto: BNPB)

Jakarta, IDM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat khususnya warga pesisir untuk tidak bermain ke pantai selama ada peringatan dini potensi tsunami akibat gempa di Rusia.

“Ini yang harus kita waspadai sehingga benar-benar kita memohon bantuan, dukungan dari teman-teman di daerah ini kalau bisa daerah-daerah pantai ini memang kita kosongkan dulu,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu (30/7).

Abdul juga meminta masyarakat yang berada di teluk, khususnya di teluk Yotefa, Papua, Papua Barat, kemudian Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Utara hingga Gorontalo, agar tidak lengah meski tinggi gelombang tsunami di Indonesia diperkirakan cukup kecil.

Baca Juga: Trump Ultimatum Rusia, Beri 10 Hari untuk Akhiri Konflik dengan Ukraina

“Sehingga ini yang kita harus waspadai bahwa masyarakat tidak hanya menjauhi pantai pada saat estimasi waktu tsunami-nya datang. Tetapi juga tetap harus menjauhi pantai sampai beberapa waktu setelah peringatan dini tsunami atau waktu tiba tsunami itu datang,” tegasnya.

“Idealnya dua sampai tiga jam. Kita tidak usah dulu bermain ke daerah pantai yang di enam provinsi ini khususnya bagian utara di waktu mungkin satu jam sebelum hingga dua jam sesudah,” tambah Abdul.

Abdul pun mengingatkan pada peristiwa tsunami di Jepang pada 2011. Saat itu, gelombang tsunami yang sampai ke Papua cukup kecil, tetapi tetap menimbulkan satu korban jiwa.

Baca Juga: Di Hadapan PBB, Indonesia Desak Tidak Ada Veto Terkait Keanggotaan Penuh Palestina

“Jadi jangan sampai ini terulang, benar-benar kita waspadai, kita kosongkan dulu daerah pantai supaya benar-benar nanti setelah peringatan dini tsunami diakhiri oleh BMKG baru kemudian masyarakat beraktifitas seperti biasa,” tandasnya.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa 8,7 magnitudo di Kamchatka, Rusia, menyebabkan sepuluh daerah pesisir di Indonesia kini berstatus waspada tsunami.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo M 8,7 itu mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7) sekitar pukul 06.24 WIB.

Baca Juga: Gempa Dahsyat di Rusia, Waspada Potensi Tsunami di Indonesia

Berikut sepuluh daerah pesisir di Indonesia yang berpotensi terjadi tsunami akibat gempa di Rusia:

Kepulauan Talaud (diperkirakan gelombang tiba pukul 14.52 Wita)
Kota Gorontalo (ETA 16.39 Wita)

Halmahera Utara (ETA 16.04 WIT)
Manokwari (ETA 16.08 WIT)

Raja Ampat (ETA 16.18 WIT)

Biak Numfor (ETA 16.21 WIT)

Supiori (ETA 16.21 WIT)

Sorong bagian Utara (ETA 16.24 WIT) Jayapura (ETA 16.30 WIT)

Sarmi (ETA 16.30 WIT) (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.