INTERNASIONAL

Bertemu Trump di Gedung Putih, Netanyahu: Israel dan AS Ingin Usir Warga Gaza

Netanyahu.
Presiden AS Donald Trump mengusulkan untuk secara paksa memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza. (Foto: Dok. whitehouse.gov

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Pertemuan terjadi di tengah upaya negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas yang difasilitasi AS untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu mengatakan, Israel akan bekerja sama dengan AS untuk secara paksa memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza.

Menurut dia, masa depan warga Palestina akan lebih baik jika pindah ke negara-negara tetangga.

Baca Juga: Satgas Hospital XXIX-P Berlatih Kemampuan Pertolongan Pertama Henti Jantung

“Jika orang ingin tinggal, mereka bisa tinggal, tetapi jika mereka ingin pergi, mereka harus bisa pergi," ungkap Netanyahu, di Washington D.C, dikutip dari Reuters, Selasa (8/7).

"Kami bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menemukan negara yang akan berusaha mewujudkan apa yang selalu mereka katakan, bahwa mereka ingin memberi Palestina masa depan yang lebih baik. Saya pikir kami hampir menemukan beberapa negara,” ujar dia.

Netanyahu mengeklaim pihaknya dan AS tengah menggodok rencana relokasi, terutama mencari negara-negara yang bersedia menampung warga Palestina di Gaza.

"Kami bekerja sama dengan Amerika Serikat, sangat intens, untuk mencari negara-negara yang bersedia mewujudkan apa yang selama ini mereka katakan, bahwa mereka ingin memberikan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina. Dan saya rasa, kami hampir menemukan beberapa negara yang bersedia. Intinya adalah kebebasan memilih-rakyat Palestina seharusnya memilikinya," lanjut Netanyahu.

Baca Juga: Menteri Sayap Kanan Israel Desak Netanyahu Segera Taklukkan Gaza dan Tolak Gencatan Senjata

Trump, yang awalnya menolak Netanyahu, ketika ditanya tentang relokasi warga Palestina, mengeklaim bahwa negara-negara di sekitar Israel akan membantu.

"Kami telah mendapatkan kerja sama yang hebat dari negara-negara sekitar, kerja sama yang hebat dari setiap negara. Jadi sesuatu yang baik akan terjadi," ujar Trump.

Netanyahu dan Trump sudah sejak lama punya rencana kontroversial, yakni merelokasi warga Gaza sebagai dalih bagian dari rekonstruksi wilayah yang sudah hancur karena serangan brutal israel sejak Oktober 2023.

Warga Gaza mengkritik usulan tersebut dan bersumpah tidak akan meninggalkan rumah mereka di Gaza. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.