INTERNASIONAL

Benarkah Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta?

Benarkah Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta?
Ilustrasi Presiden Cina Xi Jinping (Dok. The Guardian)

IDM - Presiden Cina Xi Jinping diisukan menjadi tahanan rumah, bahkan dikudeta oleh pihak militer. Isu ini berkembang pesat di media sosial twitter selama akhir pekan. Munculnya isu tersebut menambah ketegangan Cina menjelang kongres nasional setiap lima tahun yang akan digelar oleh Partai Komunis Cina pada bulan depan.

Frasa #ChinaCoup atau kudeta Cina menjadi tren di media sosial setelah puluhan ribu pengguna Twitter menyebarkan desas-desus bahwa Xi Jinping ditahan dan digulingkan oleh Tentara Cina. Isu ini berkembang ketika sebuah media Cina, NTDTV, Jumat (23/9), menyebarkan berita bahwa “Berbagai bandara di Cina membatalkan penerbangan dalam skala besar, dengan tingkat pembatalan keseluruhan hampir 60%. Pembatalan penerbangan besar-besaran ini diperintahkan oleh militer.”  Dengan kata lain, militer telah mengambil alih kontrol penerbangan tersebut sebagai bagian dari kudeta. 

Kemudian, muncul cuitan di Twitter Jennifer Zeng, Jumat (23/9), ia menyebarkan sebuah video yang menunjukkan bahwa kendaraan militer Tentara Cina melakukan konvoi sepanjang 80 km dari Huanlai ke kota Zhangjiakou, Cina. Namun dalam video berdurasi satu menit tersebut, tidak dapat dipastikan bahwa konvoi militer itu memang membentang sejauh 80 km.

Drew Thompson yang merupakan mantan pejabat Departemen Pertahanan AS untuk China, Taiwan dan Mongolia menggambarkan desas-desus tersebut tidaklah benar. Dalam Twitternya, Sabtu (24/9), ia mengatakan bahwa “Rumor Xi Jinping telah ditangkap muncul karena ini adalah momen politik yang sensitif di Cina, dan pengadilan (vonis) baru-baru ini terhadap pejabat senior yang sudah lama menjabat menciptakan efek rumah kaca.”

Saat ini, situasi politik Cina dianggap sensitif karena adanya sekelompok pejabat Cina yang di penjara oleh Xi karena korupsi. Ditambah lagi, hal ini dilakukan menjelang Kongres Nasional, sebuah peristiwa politik terpenting dalam dekade, ketika Partai Komunis Cina menentukan pemimpin berikutnya. Dilansir dari The Guardian, Senin (26/9),  Xi diperkirakan akan diangkat kembali sebagai pemimpin partai dan komisi militer pada pertemuan tersebut, setelah ia menghapus peraturan maksimal dua masa jabatan pada 2018 dan melancarkan kampanye anti-korupsi selama bertahun-tahun yang juga menargetkan banyak lawan politik. (BP)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.