PARLEMEN

Bamsoet Soroti 3 Alasan yang Menjadi Urgensi Pembentukan Angkatan Siber

Ketua MPR Bamsoet
Ketua MPR Bamsoet dalam pidatonya saat sidang sidang tahunan MPR di Jakarta, Jumat (16/8). (Foto: Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, IDM - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti urgensi pembentukan angkatan siber militer untuk memperkuat tiga matra di TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

"Sudah saatnya Indonesia segera mempersiapkan pembentukan matra ke-IV TNI dengan menghadirkan angkatan siber," kata Bamsoet dalam sidang tahunan MPR di Jakarta, Jumat (16/8), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Pembentukan angkatan siber dinilai semakin penting dengan terjadinya kasus peretasan data nasional pada beberapa waktu lalu. Terlebih, kata Bamsoet, dunia masa kini memasuki era internet of military things atau internet of battle-field thingism.

Baca Juga: Mengintip Fasilitas Rumah Apung Muara Angke yang Dibangun PT PAL bersama Unhan

"Operasi militer semakin dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Maka dari itu perlu dibentuk lembaga khusus keamanan siber," ujar Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga menyebut pembentukan angkatan siber juga sebagai respons terhadap potensi ancaman Geopolitik, mengingat Indonesia berada di posisi yang sangat strategis, yakni dengan trisula negara persemakmuran Inggris hingga konflik Rusia, Cina, dan Amerika.

"Lantaran berhadapan langsung dengan trisula negara persemakmuran Inggris; Malaysia, Singapura, dan Australia yang tergabung dalam Five Power Defence Arrangement (FFDA) bersama Selandia Baru dan Britania Raya, dan di sisi lain, juga berada dalam arena pertarungan geopolitik Rusia, Tiongkok, dan Amerika," jelas Bamsoet.

Pada Juli lalu, Mabes TNI menyebut wacana pembentukan angkatan siber militer ini masih dalam tahap penggodokan. Wacana ini kembali mencuat setelah data Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI diretas, menyusul serangan siber ke Pusat Data Nasional Sementara.

Baca Juga: Sebanyak 5.150 Personel Gabungan TNI-Polri Dikirim ke IKN

Wacana pembentukan angkatan siber pernah disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI kala itu, Andi Widjajanto pada Agustus 2023. Dia mengatakan, Indonesia direncanakan bakal memiliki angkatan keempat untuk melengkapi tiga matra angkatan TNI di Indonesia, yakni angkatan siber. Hal ini merujuk ke Singapura yang telah memiliki angkatan serupa.

“Saya diminta bicara tentang kemungkinan Indonesia seperti Singapura punya angkatan siber. Saya harus menawarkan roadmap-nya, apakah Indonesia nanti seperti Singapura punya angkatan siber melengkapi Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara," ujar Andi saat itu.

Namun, Andi mengungkapkan usulan pembentukan angkatan aiber masih dalam tahap awal. Sebab, beberapa kementerian atau lembaga telah memiliki unit siber tersendiri. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.