Balas Korut, Korsel Kembali Siarkan Propaganda di Perbatasan

Jakarta, IDM – Korea Selatan (Korsel) kembali menyiarkan propaganda anti-Pyongyang melalui pengeras suara di perbatasan, sebagai balasan atas pengiriman balon sampah oleh Korea Utara (Korut).
Dilansir dari Yonhap, Sabtu (20/7), Kepala Staf Gabungan Korsel (Joint Chiefs of Staff/JCS) mengatakan bahwa siaran itu juga merupakan bentuk peringatan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan tindakan Korut tersebut.
Baca Juga: Drone Houthi Serang Tel Aviv, Diklaim Tidak Terdeteksi Radar
“Jika Korut mengabaikan peringatan kami dan mengulangi tindakan seperti itu, militer kami akan memastikan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan,” kata JCS.
Siaran propaganda itu sudah dilakukan Korsel sejak lama tetapi dihentikan selama sekitar enam tahun. Maka, tahun ini menjadi yang pertama kalinya Korsel kembali menyiarkan propaganda anti-Pyongyang di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korut.
Baca Juga: OHCHR: Krisis Kemanusiaan, Anarki Tumbuh di Jalur Gaza
Korsel juga menangguhkan perjanjian militer antar-Korea yang disepakati pada tahun 2018, sebagai tanggapan atas pengiriman ribuan balon pembawa sampah Korut. Perjanjian yang ditandatangani di bawah pemerintahan mantan Presiden Korsel Moon Jae-in tersebut melarang latihan artileri di dekat perbatasan dan tindakan lain yang dianggap provokatif. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































