Australia Uji Coba Rudal SM-6 untuk Pertama Kali

Jakarta, IDM – Australia berhasil uji coba rudal Raytheon SM-6 dari kapal Angkatan Laut HMAS Sydney untuk pertama kalinya pada beberapa waktu lalu.
"Saya umumkan bahwa HMAS Sydney telah berhasil melakukan penembakan Standard Missile-6 (SM-6), yang merupakan tonggak besar dalam pertahanan rudal dan kemampuan serangan jarak jauh bagi Angkatan Laut," kata Pat Conroy, Menteri Industri Pertahanan Australia melalui platform X resminya, Selasa (13/8).
Baca Juga: Turki Klaim Telah ‘Netralisir’ 64 Teroris Kurdi
"Ini contoh lain dari Pemerintahan Albanese yang memberikan Angkatan Bersenjata Australia apa yang dibutuhkan untuk melindungi warga Australia," tambahnya.
HMAS Sydney melakukan uji coba di dekat Hawai, sebagai bagian dari latihan Pacific Dragon 2024, yang disebut sebagai "tonggak penting" dalam kesepakatan yang pertama kali disetujui pada tahun 2021.
Baca Juga: Putin Sebut Ukraina Ingin Mengacaukan Rusia dengan Menyerang Kursk
Melansir Raytheon, rudal SM-6 adalah satu-satunya yang dapat melakukan tiga misi yakni anti-udara, misi anti-permukaan dan pertahanan terhadap rudal balistik. Perakitan dan pengujian akhir rudal ini dilakukan di Redstone Arsenal di Huntsville, Alabama. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































