AU Selandia Baru Terima Unit Perdana P-8A Poseidon

Jakarta, IDM - Selandia Baru telah secara resmi menerima unit perdana dari empat pesawat intai maritim Boeing P-8A Poseidon dalam sebuah seremoni di Museum of Flight, Seatle, Amerika Serikat (AS), Rabu (7/12). Tiga pesawat P-8A lainnya kini dalam tahap produksi lanjutan dan akan dikirim tahun depan. Pesawat tersebut akan menggantikan armada enam unit P-3K2 Orion.
“Sebagai negara maritim, P-8A Poseidon akan memastikan Selandia Baru mempertahankan kemampuan patroli dan respons yang melindungi dan mendukung penegakan hukum di Zona Ekonomi Eksklusif dan Laut Selatan. P-8A juga akan membantu tetangga Pasifik Selatan dan memberikan kemampuan pencarian maupun penyelamatan jarak jauh,” ujar Wakil Sekretaris Kementerian Pertahanan Selandia Baru Sarah Minson dilansir Boeing.com.
P-8A Poseidon nantinya akan ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Ohakea. Pengiriman unit perdana P-8A Poseidon berlangsung setelah Pemerintah Selandia Baru menandatangani perjanjian dengan Angkatan Laut AS pada 2018. Boeing Australia dalam hal ini akan menyediakan layanan pemeliharaan untuk armada Poseidon Selandia Baru dalam dukungan Program Internasional P-8.
“Selandia Baru bergabung dengan delapan aktor global lainnya termasuk tetangga terdekatnya, Australia, yang telah mengoperasikan P-8 dan mendapat banyak manfaat dari kemampuan pengawasan dan serangan maritimnya,” ujar Manajer Program P-8 Philip June.
Sampai saat ini, armada P-8 telah beroperasi secara global dengan nihil kecelakaan selama lebih dari 450.000 jam terbang. P-8A adalah pesawat perang anti-kapal selam jarak jauh (anti-submarine warfare), perang anti-permukaan (anti-surface warfare), intelijen, pengawasan dan pengintaian yang mampu melakukan operasi di wilayah maritim. Selain itu, P-8A juga telah digunakan dalam berbagai misi SAR di oleh berbagai negara.
Baca: AS dan Australia Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Pesawat P-8A Poseidon memiliki panjang sekitar 39,47 meter dengan rentang sayapnya sepanjang 37,64 meter. Pesawat ini dapat membawa 9 awak kabin dan dirancang untuk mampu terbang rendah hingga 6 jam tanpa berhenti. P8 Poseidon dilengkapi persenjataan canggih seperti Rudal Kendali AGM-88 serta High Altitude Anti-Submarine Warfare Weapon Capability (HAAWC) yang memungkinkannya untuk mengerahkan torpedo MK 54 dari dekat atau di bawah ketinggian jelajahnya. Sebagai salah satu pesawat intai termutakhir, pesawat ini juga memiliki sistem sensor akustik multi-statis, sensor hidrokarbon dan detektor anomali magnetik digital. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































