PARLEMEN

ASN Meninggal saat Latsarmil Komcad, Komisi I DPR Desak Evaluasi Total Sistem Keselamatan Latihan

ASN Meninggal saat Latsarmil Komcad, Komisi I DPR Desak Evaluasi Total Sistem Keselamatan Latihan
ASN Meninggal saat Latsarmil Komcad, Komisi I DPR Desak Evaluasi Total Sistem Keselamatan Latihan

Jakarta, IDM – Meninggalnya ASN Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara, saat mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menjadi sorotan terhadap aspek keselamatan dalam penyelenggaraan latihan pertahanan negara.

Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil Komcad.

Evaluasi dinilai penting untuk memastikan proses pembentukan kesiapsiagaan Komcad tetap berjalan dengan standar keselamatan yang memadai.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya seorang ASN saat menjadi peserta Latsarmil Komcad. Ini merupakan duka bagi keluarga dan kita semua, sehingga pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Taufiq di Jakarta.

Baca Juga: Komcad ASN Berujung Duka, Komisi I DPR Soroti Kesiapan Medis dan Intensitas Latihan

Menurut Taufiq, evaluasi tidak boleh hanya diarahkan untuk mengetahui penyebab medis meninggalnya peserta.

Pemeriksaan juga perlu melihat keseluruhan rantai penyelenggaraan latihan, mulai dari seleksi kesehatan, asesmen kemampuan fisik, desain materi latihan, pengaturan intensitas kegiatan, waktu pemulihan, hidrasi, hingga kesiapan dukungan kesehatan lapangan.

“Pelaksanaan latihan harus mempertimbangkan kondisi cuaca, kemampuan fisik peserta, kecukupan hidrasi, waktu istirahat, serta kesiapan fasilitas kesehatan. Jangan sampai standar latihan justru mengabaikan keselamatan peserta,” tegasnya.

Taufiq menilai pembentukan Komcad tetap memiliki arti strategis dalam memperkuat sistem pertahanan negara.

Namun, kesiapsiagaan personel tidak semestinya dipisahkan dari kemampuan penyelenggara dalam mengelola risiko selama latihan.

Baca Juga: Komisi I DPR: Isu Papua Tak Boleh Dipolitisasi di Panggung PBB

“Peserta harus benar-benar siap secara fisik dan mental. Jangan hanya melihat seseorang memenuhi syarat secara administratif, tetapi kondisinya harus dipastikan mampu mengikuti seluruh tahapan latihan,” katanya.

Ia juga meminta penyelenggara memiliki mekanisme respons yang adaptif terhadap kondisi lapangan, termasuk ketika terjadi perubahan cuaca atau meningkatnya risiko kesehatan peserta.

Menurutnya, instruktur harus memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian intensitas, mengurangi beban fisik, menambah waktu pemulihan, hingga menghentikan sementara kegiatan apabila kondisi lapangan berpotensi membahayakan keselamatan peserta.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa semakin berat latihan berarti semakin baik hasilnya. Ukuran keberhasilan pelatihan bukan seberapa berat beban diberikan, melainkan bagaimana peserta mencapai tujuan pelatihan dengan tetap selamat dan sehat,” ucapnya.

Baca Juga: Peserta Komcad ASN Meninggal, Komisi I DPR Minta Kemhan Evaluasi Total Sistem Latihan

Taufiq menyebut insiden ini harus menjadi momentum untuk memperkuat manajemen risiko dalam sistem pendidikan dan latihan Komcad.

Evaluasi, kata dia, perlu menghasilkan pembenahan konkret terhadap standar operasional prosedur (SOP), bukan berhenti pada penelusuran terhadap satu kejadian.

Komisi I DPR RI juga akan mengawal proses investigasi dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Latsarmil Komcad.

“Harus ada perbaikan yang nyata pada sistem penyelenggaraan Latsarmil Komcad di masa depan. Perlindungan keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program latihan pertahanan negara,” pungkas Taufiq.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.