AS-UEA Minta Pertanggungjawaban Iran atas Serangan di Kawasan

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dengan Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan berkoordinasi untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas konflik yang terus berkecamuk di kawasan. Pembicaraan ini berlangsung melalui sambungan telepon, Rabu (19/8).
"Keduanya membahas sejumlah isu keamanan regional, termasuk situasi di Lebanon, serta koordinasi berkelanjutan antara AS dan UEA untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan proksi terorisnya atas serangan-serangan yang terus terjadi," tulis Kemlu AS melansir State.gov.
Baca Juga: Iran Peringatkan Negara Teluk Tak Bantu AS
Dalam percakapan tersebut, Rubio juga menekankan pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Sebelumnya, UEA menangguhkan seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran tanpa batas waktu yang ditentukan. Hal itu dilakukan setelah Iran menembakkan dua rudal balistik ke UEA.
Baca Juga: Qatar Dorong Implementasi Penuh Gencatan Senjata di Gaza
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Februari lalu. Sebagai tanggapan, Teheran membalas dengan menyerang negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, termasuk UEA.
Iran dan AS menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada pertengahan Juni lalu, guna mengakhiri konflik. Namun, perundingan damai terhenti dan keduanya saling tuduh telah melanggar kesepakatan khususnya terkait pengaturan di Selat Hormuz.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































