AS Tembak Jatuh Drone Turki di Suriah

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah drone Turki di Suriah. Hal itu dilakukan karena drone beroperasi dalam jarak yang terlalu dekat dengan pasukan AS.
Dilansir dari Defense.gov, Jumat (6/10), juru bicara Kementrian Pertahanan (Kemhan) AS Pat Ryder mengatakan pesawat tempur F-16 telah menembak jatuh drone Turki yang melakukan serangan udara di 'zona operasi terbatas', sekitar 500 km dari pasukan AS di Hasakah, Suriah.
Sebagai informasi, AS memiliki ratusan tentara di Suriah yang bertugas untuk melawan militan kelompok ISIS.
Baca Juga: Korsel: Korut Lakukan Serangan Siber Terhadap Industri Galangan Kapal Militer
"Drone Turki melakukan serangan udara di sekitar Hasakah. Komandan AS menilai bahwa drone, yang berjarak kurang dari setengah kilometer dari pasukan AS, berpotensi menjadi ancaman, dan pesawat tempur F-16 AS kemudian menembak jatuh UAV tersebut untuk membela diri," jelas Ryder.
Lebih lanjut, Ryder menyebut insiden itu sangat disesalkan tetapi pihaknya menilai ada potensi ancaman dari drone tersebut. Sehingga, mereka harus mengambil langkah demi keselamatan pasukan AS.
Menhan AS Lloyd J. Austin III dan Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler, juga disebut telah melakukan diskusi melalui telepon terkait insiden tersebut. Keduanya sepakat bahwa meskipun disesalkan, fokusnya harus tetap pada misi penting untuk mengalahkan ISIS di Suriah.
Baca Juga: Putin: Rusia Berhasil Uji Coba Senjata Nuklir ‘Burevestnik’
“Menhan menegaskan kembali bahwa AS tetap berada di Suriah untuk mendukung langkah mengalahkan ISIS. Koordinasi yang erat antara AS dan Turki sangat penting untuk mencegah risiko apa pun terhadap pasukan AS atau misi koalisi global dalam mengalahkan ISIS," kata Ryder.
Suriah telah dilanda perang saudara selama lebih dari satu dekade. Negara di Timur Tengah ini terpecah menjadi beberapa wilayah yaitu sebagian dikuasai oleh Presiden Bashar al-Assad; militan yang terkait dengan al-Qaeda dan pejuang oposisi yang didukung Turki; serta pasukan Kurdi yang bermitra dengan AS untuk melawan kelompok ISIS.
Namun, dukungan AS terhadap pasukan Kurdi itu seringkali menimbulkan ketegangan dengan Turki, yang memandang mereka sebagai kelompok pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Terlebih lagi, baru-baru ini PKK berupaya mengebom gedung Kementerian Dalam Negeri di Ankara. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































