INTERNASIONAL

AS Tarik Mundur Pesawat Pembom B-1 dari Inggris Usai Potensi Teror

RAF Fairford
Pangkalan militer Inggris RAF Fairford di Gloucestershire (Foto: Dok. Spesial)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) menarik menarik seluruh pesawat pembom B-1 dari pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Fairford di bagian barat Inggris. Hal itu dilakukan usai adanya potensi serangan teror di pangkalan tersebut.

“Meskipun faktor keamanan operasional menghalangi kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan secara real-time, kini kami dapat memastikan bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford telah kembali ke pangkalan induknya di AS," kata juru bicara Departemen Perang AS, melansir The Guardian, Senin (5/10).

Baca Juga: AS Kerahkan Kekuatan Tambahan ke Arab Saudi dan Qatar, Lindungi Fasilitas Energi

Juru bicara Pentagon tidak menjelaskan secara merinci alasan penarikan tersebut. Namun, langkah itu dilakukan di tengah situasi di mana AS dan Israel Masih bersitegang dengan Iran.

Awalnya, AS mengerahkan 12 pesawat pembom B-1 di RAF Fairford. Inggris mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan itu untuk meluncurkan serangan udara terhadap situs rudal Iran yang mengancam pelayaran kapal di Selat Hormuz.

Namun, pangkalan itu sempat dikabarkan menjadi target rencana serangan bom yang didalangi Iran. Pada 27 September lalu, kepolisian Inggris menangkap lima pria atas dugaan berencana memasang bahan peledak di dekat pangkalan tersebut.

Baca Juga: Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur Usai Bersitegang dengan Korsel

Setelah proses penyelidikan, otoritas terkait menemukan bensin tetapi tidak menemukan perangkat peledak di dalam mobil van mereka. Lalu, kelima pria berkewarganegaraan Inggris itu dibebaskan dengan jaminan polisi.

Iran menepis terlibat dalam insiden itu dan menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak berdasar. Iran juga memanggil duta besar Inggris di Teheran untuk membahas masalah tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.