AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Ini Sebabnya

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) akan menarik 5.000 pasukannya dari Jerman. Hal itu dilakukan di tengah ketegangan antara kedua negara.
"Menteri Perang telah memerintahkan penarikan sekitar 5.000 pasukan dari Jerman. Keputusan ini mengikuti tinjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan dan kondisi di lapangan," kata Juru Bicara Departemen Perang AS Sean Parnell, melansir Fox News, Sabtu (2/5).
Baca Juga: Ukraina Bahas Gencatan Senjata Singkat dengan Rusia
Ia menuturkan, penarikan ribuan pasukan AS itu akan dilakukan secara bertahap dan kemungkinan membutuhkan waktu sekitar enam hingga dua belas bulan.
Adapun, saat ini terdapat sekitar 38.000 pasukan AS bertugas di U.S. European Command di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman. Markas militer itu telah lama berfungsi sebagai pusat logistik dan komando utama yang mendukung operasi militer AS di Eropa dan Timur Tengah.
Penarikan ini dilakukan setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik perang AS terhadap Iran. Menurutnya, AS "sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran."
Baca Juga: Presiden Iran: Blokade AS Pasti akan Gagal
Menanggapi Merz, Trump dalam unggahannya di Truth Social menyatakan pihaknya "sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman."
Menurutnya, Merz "tidak tahu apa yang dibicarakannya" mengenai ambisi nuklir Iran. "Kanselir Jerman, Friedrich Merz, berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir," tulis Trump. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































