AS Sebut Arab Saudi Mulai Operasikan THAAD

Jakarta, IDM – Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (AS) Jenderal Erik Kurilla mengungkapkan bahwa sistem pertahanan rudal THAAD telah beroperasi penuh untuk pertama kalinya di Arab Saudi.
Hal itu ia ungkapkan setelah berkunjung ke Arab Saudi dari 30 Juni hingga 1 Juli, di mana ia bertemu dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Saudi Jenderal Fayyad bin Hamed Al-Ruwaili. Pertemuan itu mendiskusikan isu keamanan regional dan memperkuat kerja sama militer.
Baca Juga: Iran Tegaskan Komitmen Terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
“Jenderal Kurilla mengucapkan selamat kepada Angkatan Bersenjata Kerajaan Saudi atas pencapaian kemampuan operasional penuh dari sistem Terminal High Altitude Area Defense pertama mereka pada 1 Juli,” tulis CENTCOM, melansir Centcom.mil, Jumat (4/7).
Selama di Arab Saudi, Kurilla juga bertemu dengan kepala staf Angkatan Bersenjata Yaman. Keduanya membahas upaya untuk mempertahankan kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Baca Juga: Pemerintah Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Direktur RS Indonesia di Gaza
Pengerahan sistem THAAD ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pertahanan udara sekaligus menjadikan Arab Saudi sebagai negara Teluk kedua, setelah Uni Emirat Arab (UEA), yang mengoperasikan sistem tersebut. UEA membeli dua THAAD pada tahun 2011 dan mulai mengoperasikannya pada tahun 2016. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































