AS Klaim Serang Target Militer Iran, Balas IRGC

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap target militer Iran. Serangan ini diklaim sebagai balasan atas rudal Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
"Pasukan AS menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, serta fasilitas komunikasi," kata Pasukan Komando Pusat AS (Central Command/CENTCOM) melalui platform X, Rabu (2/9).
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Pentingnya Gerakan Non Blok Hadapi Tantangan Geopolitik
"Serangan itu dilakukan menyusul upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika," jelasnya.
CENTCOM menuturkan, kini terdapat lebih dari 50.000 personel militer yang sedang bertugas di seluruh wilayah Timur Tengah. Mereka disebut tetap siap dan waspada, memiliki kemampuan tempur yang mematikan, serta siap untuk terus melaksanakan operasi.
Baca Juga: Respons Cepat Pasukan INDORDB atas Laporan Tembakan yang Menyasar Warga Sipil di Kongo
Sebelumnya, CENTCOM mengumumkan peluncuran serangan terhadap target-target IRGC di Iran tanpa menjelaskan secara mendetail. Menyusul pengumuman itu, media Iran melaporkan beberapa wilayah menjadi target serangan udara.
Sementara, IRGC mengklaim telah meluncurkan rudal dan drone ke dua pangkalan militer AS di Yordania yakni King Hussein dan Al Azrag, yang menimbulkan kerusakan signifikan.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































