AS Klaim 20.000 Tentara Rusia Tewas Sejak Desember

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) mengklaim bahwa sekitar 20.000 tentara Rusia tewas dan 80.000 lainnya terluka dalam lima bulan pertempuran di wilayah Ukraina timur.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby berdasarkan penelitian intelijen Pentagon. Sebagian dari korban tewas itu merupakan tentara bayaran Wagner yang anggotanya lebih banyak direkrur dari penjara-penjara di Rusia.
"Intinya adalah bahwa upaya ofensif Rusia telah menjadi bumerang setelah pertempuran berbulan-bulan dengan kerugian yang luar biasa,” ujarnya melansir Al Jazeera , Selasa (2/5).
Baca Juga: Perkuat Interoperabilitas, Cina dan Singapura Gelar Latma Angkatan Laut
Sejak bulan Desember, pertempuran terfokus di beberapa wilayah Ukraina Timur, khususnya Kota Bakhmut. Tetapi menurut intelijen AS, Rusia telah menghabiskan persediaan militer termasuk pasukannya tanpa hasil yang signifikan.
Kirby pun tidak memberikan perkiraan korban dari pihak Ukraina karena ia menganggap "mereka adalah korban di sini. Rusia adalah agresor."
Komandan Angkatan Darat Ukraina Oleksandr Syrskyi turut mengatakan bahwa Rusia terus mengerahkan upaya maksimal untuk merebut kota itu tetapi sejauh ini gagal.
Baca Juga: Turki Luncurkan ‘Kemankes’, Rudal Jelajah Mini dengan Kecerdasan Buatan
“Di beberapa bagian kota, musuh diserang balik oleh pasukkan kami dan mengambil beberapa posisi,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu Rusia mulai memasang iklan yang merekrut pasukan dari warga sipil untuk ikut berperang di Ukraina. Adanya iklan tersebut dinilai membuktikan kondisi Rusia yang kekurangan pasukan untuk tetap melancarkan ofensifnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































