AS Kerahkan 10 Pesawat Tempur F-35 ke Korsel

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mengerahkan Pesawat Tempur F-35 ke Korea Selatan (Korsel) pada beberapa waktu lalu, untuk berpartisipasi dalam latihan gabungan Ulchi Freedom Shield (UFS).
Dilansir dari Yonhap, Selasa (26/8), terdapat 10 pesawat tempur F-35 yang telah dikirim ke Korsel. Sebelumnya, AS juga telah mengerahkan F-35A dan F-35B ke Pangkalan Udara Kunsan, yang masing-masing ditugaskan untuk Angkatan Udara AS dan Korps Marinir AS.
Baca Juga: Ikut Super Garuda Shield 2025, AS: Wujud Komitmen Kerja Sama Strategis
Belasan tempur AS itu dijadwalkan untuk berlatih bersama Korsel, dengan fokus pada manuver kontra-udara defensif dan penguatan integritas. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapan gabungan dan mencegah potensi ancaman di kawasan.
Baca Juga: Rusia Siap Berunding Secara Langsung dengan Ukraina
Hal ini juga dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat postur pertahanan gabungan sekutu. Komandan US Forces-Korea Jenderal Xavier Brunson menyebut pengerahan ini dapat membantu mengatasi kesenjangan yang ditimbulkan oleh relokasi baterai Patriot AS ke Timur Tengah. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































