INTERNASIONAL

AS Bentuk Satgas Drone Serang Multinasional untuk Pertama Kalinya

Drone
Drone Low-cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS) AS (Foto: Dok. CENTCOM)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) membentuk satuan tugas drone serang multinasional dan multidomain untuk pertama kalinya, yang bertajuk 'Task Force Falcon Strike'.

Melalui platform X, Jumat (14/8), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa unit ini akan mengerahkan drone serang sekali pakai atau one-way attack drones yang beroperasi di udara, di permukaan, dan di bawah laut, serta diawaki oleh personel militer dari AS dan negara-negara mitra.

Hal ini diungkapkan sembilan bulan setelah CENTCOM membentuk 'Task Force Scorpion Strike', yakni skuadron drone serang sekali pakai militer AS di Timur Tengah. Satgas itu disebut sebagai tonggak sejarah, yang telah mengerahkan one-way attack drones selama Operasi Epic Fury dan dalam serangan terhadap fasilitas pelabuhan Iran pada Juli lalu.

Baca Juga: Presiden Palestina Dukung Kesepakatan Pertahanan Turki, Arab Saudi dan Pakistan

"Task Force Falcon Strike akan mengembangkan keberhasilan Scorpion Strike, mengingat inovasi luar biasa yang terjadi di kalangan sekutu dan mitra regional kami," ujar Laksamana Brad Cooper, Komandan CENTCOM.

"Mengintegrasikan dan mengerahkan kemampuan baru kita secara bersama-sama akan membantu kita mewujudkan dengan cepat berbagai kemungkinan baru yang ada di depan mata," tambahnya.

Dikatakan bahwa CENTCOM telah memulai proses konsultasi dan undangan resmi kepada mitra-mitra regional. Seiring bergabungnya mitra-mitra regional secara resmi, Task Force Falcon Strike akan meningkatkan skala kemampuan drone serang di seluruh Timur Tengah menjadi kekuatan deterens multidomain dan multinasional.

Baca Juga: Arab Saudi: 15 Negara Teken Deklarasi Gabung Koalisi Pertahanan Maritim

"Militer AS memiliki banyak kemitraan yang kuat serta sahabat di kawasan ini. Kita menjadi lebih kuat secara kolektif ketika kita mengintegrasikan dan mengerahkan kemampuan baru secara bersama-sama," imbuhnya.

Personel dari U.S. Special Operations Command Central (SOCCENT) selaku pihak yang meluncurkan Scorpion Strike, akan memimpin staf Task Force Falcon Strike. Bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara MacDill di Tampa, SOCCENT merencanakan dan melaksanakan operasi khusus di seluruh wilayah tugas CENTCOM yang mencakup 21 negara di Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.