AS akan Tingkatkan Latihan Tempur bagi Pasukan Ukraina di Jerman

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) akan menambah latihan tempur militer bagi pasukan Ukraina berfokus pada manuver skala besar untuk mengasah kemampuan tempur yang lebih kompleks dalam menghadapi musim dingin.
Latihan tempur tambahan ini akan berfokus pada instruksi penggunaan sistem senjata tertentu bagi unit kompi dan batalion Ukraina dan meningkatkan koordinasi serangan di medan tempur. Rencananya AS akan melatih sekitar 500 tentara Ukraina setiap bulan di Jerman yang dimulai pada Januari mendatang.
"Upaya baru ini akan mencakup manuver bersama dan pelatihan operasi senjata gabungan, sambil mengembangkan pelatihan peralatan khusus yang sudah kami sediakan. Pelatihan akan dilakukan di Jerman pada Januari. Diperkirakan sekitar 500 orang Ukraina perbulan akan berpartisipasi," ujar juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Pat Ryder dilansir Defense.gov.
Menurut Ryder, hingga saat ini AS telah melatih sekitar 3.100 tentara Ukraina untuk menggunakan persenjataan tertentu yang telah disediakan oleh AS, seperti Howitzer, kendaraan lapis baja, dan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi atau HIMARS. Latihan ini bertujuan untuk memanfaatkan musim dingin dalam mengasah kemampuan pasukan Ukraina agar mereka lebih siap menghadapi lonjakan serangan dan perluasan pendudukan Rusia.
Baca: Korut Berhasil Uji Coba Senjata Strategis Jenis Baru
“Pelatihan sangat penting untuk memastikan Ukraina memiliki pasukan terampil yang diperlukan untuk mempertahankan diri dengan lebih baik.” (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































