AS akan Kurangi Partisipasi Militer di NATO

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengurangi jumlah personel dalam elemen struktur kekuatan NATO dan berbagai kelompok penasihat aliansi tersebut.
Melansir The Washington Post, Rabu (21/1), otoritas AS yang mengetahui hal itu mengatakan bahwa rencana ini akan berdampak pada pemangkasan 200 personel militer dan mengurangi keterlibatan AS di hampir 30 organisasi NATO termasuk Pusat Keunggulan (Centers of Excellence), yang berupaya melatih pasukan NATO di berbagai bidang pertahanan.
Baca Juga: Guterres Kecam Israel Hancurkan Fasilitas PBB untuk Pengungsi Palestina
Beberapa sumber anonim itu menuturkan, AS tidak akan menarik diri sekaligus melainkan tidak mengganti personel saat masa tugas mereka berakhir, sebuah proses yang dapat memakan waktu bertahun-tahun.
Menurut sumber lainnya, kelompok penasihat yang akan dikurangi partisipasinya adalah kelompok yang didedikasikan untuk keamanan energi dan peperangan angkatan laut NATO. Pentagon juga akan mengurangi keterlibatannya dalam organisasi NATO yang didedikasikan untuk operasi khusus dan intelijen.
Baca Juga: Kirim Puluhan Pasukan Militer ke Greenland, Denmark: Bukan untuk Provokasi AS
Rencana ini telah dipertimbangkan selama berbulan-bulan, kata dua otoritas tersebut, dan tidak terkait dengan ancaman Trump yang semakin meningkat untuk menguasai Greenland.
Sementara, otoritas NATO menilai “penyesuaian terhadap postur dan personel pasukan AS bukanlah hal yang tidak biasa” dan aliansi itu terus berkomunikasi erat dengan Washington mengenai distribusi pasukan secara keseluruhan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































