AS akan Kurangi Jumlah Pasukan di Eropa

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) akan mengurangi jumlah Brigade Combat Team (BCT) yang ditempatkan di Eropa dari empat menjadi tiga seiring dengan desakan pemerintahan Donald Trump kepada sekutu NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan.
Baca Juga: Putin-Xi Mengecam ‘Hukum Rimba’ dalam Hubungan Internasional
Keputusan ini diambil setelah Presiden Donald Trump berulang kali mengatakan bahwa negara-negara Eropa harus lebih berkontribusi pada pertahanan mereka sendiri sambil mengurangi ketergantungan pada AS.
Meskipun Departemen Perang AS tidak menyebutkan jumlah pasukan yang akan berkurang, setiap BCT biasanya terdiri dari sekitar 4.400 hingga 4.700 tentara. Langkah ini akan mengembalikan jumlah pasukan di Eropa pada 2021.
Baca Juga: Bertemu Putin, Presiden Cina Tekankan Pentingnya Dunia Multipolar
"Keputusan ini merupakan hasil dari proses komprehensif dan berlapis yang berfokus pada postur kekuatan AS di Eropa," kata Departemen Perang AS, melansir War.gov, Rabu (20/5). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































