AS Akan Kirim Bantuan Militer Senilai $425 juta untuk Ukraina

Jakarta, IDM - Pemerintahan Biden berencana untuk menambah bantuan militer senilai $425 juta untuk Ukraina. Bantuan itu termasuk amunisi dan rudal anti-drone, yang akan difokuskan untuk serangan balik di wilayah bagian selatan.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (4/11), Paket bantuan terbaru itu rencananya akan mencakup amunisi berpemandu laser senilai sekitar $300 juta untuk menembak jatuh drone Rusia. Dana untuk amunisi itu berasal dari program Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (USAI), yang memungkinkan pemerintahan Biden membeli senjata dari industri pertahanan dan tidak mengurangi stok senjata AS.
Baca Juga: Rusia Cabut Ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir
Kemudian, dana senilai $125 juta akan digunakan untuk memasok rudal bagi pertahanan udara National Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASAMS), amunisi untuk High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS), artileri 105 dan 155 milimeter, anti-tank TOW, ranjau anti-personil Claymore, senjata kecil, dan selusin truk.
"Paket bantuan itu masih dalam tahap penyelesaian dan dapat diubah. Sejak invasi Rusia pada Februari 2022, AS telah mengirimkan bantuan keamanan senilai sekitar $44 miliar ke Ukraina," tulis Reuters.
Baca Juga: Korut Kecam Uji Coba Rudal Balistik AS
Namun, bantuan terbaru ini diperkirakan tidak mencakup rudal ATACMS. Sementara, para Anggota senior kongres dari Partai Republik AS telah mendesak Presiden Joe Biden untuk mengirim rudal jarak jauh tersebut ke Ukraina.
Selain itu, pasokan terbaru ini dikabarkan akan memanfaatkan Otoritas Penarikan Presiden (PDA), yang memberi wewenang kepada Biden untuk mentransfer barang dan jasa dari saham AS tanpa persetujuan kongres dalam keadaan darurat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































