Arab Saudi dan UEA Belanja Rudal Besar-besaran dari AS, Untuk Apa?

Jakarta, IDM - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan 300 rudal Patriot ke Arab Saudi, dan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Uni Emirat Rab (UEA), pascadua pekan Presiden AS Joe Biden bertemu pemimpin Arab Saudi dan UEA dalam rangkaian kunjungannya.
Dikutip dari Reuters, Rabu (3/8), kesepakatan penjualan rudal Patriot MIM-104E Guidance Enhanced Missile-Tactical Ballistic Missiles (GEM-T) ke Arab Saudi itu dalam kesepakatan senilai 3,05 miliar dolar AS, mencakup alat-alat lain dan peralatan uji. Sementara itu, kesepakatan penjualan rudal THAAD ke UEA senilai 2,25 miliar dolar AS.
Pentagon dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency, mengungkapkan rudal-rudal tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk mempertahankan perbatasan kerajaan terhadap ancaman saat ini dan masa depan dengan mengisi kembali persediaan rudal PATRIOT GEM-T yang semakin menipis.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington, Houthi yang didukung Iran eningkatkan jumlah serangan terhadap sasaran sipil di Arab Saudi selama sembilan bulan terakhir. Serangan ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan periode 2020 lalu.
Selain itu, Pentagon juga mengatakan, kesepakatan penjualan rudal yang diusulkan UEA akan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi ancaman rudal balistik saat ini dan masa depan di kawasan itu, dan mengurangi ketergantungan pada pasukan AS. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































