Anggota Komisi I DPR RI Minta TNI Dalami Keterlibatan Kopda M

Jakarta, IDM - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin merespons ihwal dugaan keterlibatan Kopral Dua (Kopda) M sebagai otak penambakan terhadap istrinya sendiri, yakni Ny. Rina Wulandari (34) di Semarang.
Adapun indikasi keterlibatan Kopda M itu didasarkan pada fakta keterangan empat pelaku yang sudah ditangkap. Sementara itu Kopda M sendiri saat ini statusnya masih buron.
"Nah masih didalami menurut polisi militer setempat, motifnya apa. Apakah motif cinta atau motif-motif lain seperti cemburu atau mungkin apa sampai sekarang belum diketahui," kata TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/7/2022).
TB Hasanuddin menilai, perlu pendalaman lebih lanjut atas indikasi keterlibatan Kopda M, terlebih mengenai motif kasus penembakan terhadap istrinya sendiri.
Seperti diketahui, pada Senin (18/7/2022) yang lalu terjadi penembakan di sebuah perumahan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Korban merupakan istri prajurit TNI Kopda Muslimin yang saat ini masih dalam pengejaran tim gabungan TNI dan Polri. (gin)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































