INTERNASIONAL

Anggota GCC Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Perwakilan negara-negara anggota GCC
Perwakilan negara-negara anggota GCC saat sidang ke-168 di Ibu Kota Manama, Bahrain (Foto: Dok. The Gulf Cooperation Council)

Jakarta, IDM - Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (the Gulf Cooperation Council/GCC) menyatakan solidaritas terhadap Arab Saudi, yang berulangkali menjadi target serangan udara Houthi.

"Dewan mengutuk keras serangan terus-menerus yang dilancarkan oleh milisi teroris Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi, termasuk penargetan dua Masjid Suci dan wilayah sekitarnya, serta bandara sipil dan fasilitas vital, yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil, sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional," bunyi Final Communique, melansir keterangan tertulis GCC pada Senin (19/10).

Baca Juga: Presiden Lebanon Desak AS Tekan Israel Berhenti Melakukan Serangan

Pernyataan yang dikeluarkan usai pertemuan antarmenteri GCC ke-168 di Ibu Kota Manama, Bahrain, itu juga menegaskan dukungan atas kedaulatan dan integritas teritorial Yaman, mendesak solusi politik berdasarkan dialog dan Inisiatif GCC hingga resolusi PBB yang relevan.

Terkait Selat Hormuz, Bab al-Mandeb, dan Laut Merah, GCC menyatakan bahwa memastikan kebebasan navigasi melalui wilayah-wilayah itu merupakan "kepentingan dan tanggung jawab internasional bersama". Dewan beranggotkaan 6 negara Teluk itu dengan tegas menolak segala pembatasan terhadap lalu lintas maritim dan menyerukan kembalinya kondisi sebelum 28 Februari di Selat Hormuz.

Baca Juga: Indonesia Bersama 18 Negara Kecam Peresmian Kedubes Kolombia di Yerusalem

GCC juga menegaskan kembali dukungan terhadap upaya mediasi konflik antara Amerika Serikat dengan Iran. Mediasi yang dilakukan oleh Qatar dan Pakistan itu diharapkan dapat mencapai solusi politik yang mencegah kawasan jatuh ke dalam ketegangan dan ketidakstabilan lebih lanjut.

"Dewan menekankan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup semua masalah yang belum terselesaikan, termasuk program nuklir, program rudal, drone, serta dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok proksi, dengan berlandaskan pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, hubungan bertetangga yang baik, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri. Dewan juga menegaskan pentingnya melibatkan negara-negara GCC dalam setiap perundingan atau pengaturan yang memengaruhi keamanan dan kepentingan mereka," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.