Alami Kerugian Besar, Pasukan Korut Diduga Mundur dari Medan Tempur

Jakarta, IDM – Pasukan Korea Utara (Korut) diyakini telah ditarik mundur dari garis depan pertempuran di wilayah Kursk, Rusia karena sudah tidak terlihat selama beberapa Minggu.
"Kehadiran pasukan DPRK tidak terlihat selama sekitar tiga minggu, dan mereka mungkin terpaksa mundur setelah menderita kerugian besar," kata juru bicara Pasukan Operasi Khusus militer Ukraina, Kolonel Oleksandr Kindratenko, melansir CNN, Sabtu (1/2).
Baca Juga: Zelensky: Drone Rusia Hantam Apartemen di Ukraina, Sembilan Orang Tewas
DPRK merupakan singkatan untuk nama resmi Korut yakni Democratic People's Republic of Korea). Sebelumnya penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak telah melaporkan bahwa beberapa unit Korut telah ditarik mundur dari garis depan usai mengalami kerugian yang signifikan.
Baca Juga: Hamas akan Bebaskan Tiga Sandera Israel Besok
Intelijen Ukraina dan Amerika Serikat (AS) melaporkan sekitar 12.000 tentara Korut telah dikirim ke Rusia dan 4.000 diantaranya diyakini tewas atau terluka. Mereka dikerahkan ke Kursk sejak November untuk membantu Rusia menghadapi Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































