Aktualisasi Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19

Bela negara menjadi term yang mulai tidak asing bagi masyarakat Indonesia saat ini. Gaung bela negara kerap menjadi perbincangan, terlebih jika istilah tersebut dikaitkan dengan upaya negara untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan dari berbagai jenis ancaman, militer maupun nirmiliter.
Saat ini, Indonesia tengah menghadapi ancaman nirmiliter yaitu pandemi COVID-19, sehingga bagaimana aktualisasi bela negara dari setiap elemen masyarakat menjadi hal yang menarik untuk dibahas dalam menghadapi ancaman tersebut.
Untuk membahas hal tersebut, Tim Redaksi Indonesia Defense Magazine, berkesempatan bertemu dan berbincang dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di tengah-tengah kesibukannya di Gedung DPR RI.
Selain berbincang mengenai aktualisasi bela negara, dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPR membahas sejumlah hal lainnya seperti konteks bela negara secara umum hingga bela negara yang kemudian relevan untuk diimplementasikan dalam kondisi pandemi seperti saat ini.
Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana tanggapan Bapak terkait konsep bela negara yang dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini?
Dengan diam saja di rumah, menjaga jarak, membersihkan diri dan menjaga kesehatan, itu sudah bagian dari bela negara. Itu bukan konsep, tetapi itu cara agar tidak terinfeksi dan tidak menginfeksi.
Saat ini bela negara dimaksudkan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan semangat patriotisme warga negara Indonesia di tengah pandemi COVID-19, virus mematikan yang sudah menyebar di seluruh dunia. Bencana ini tidak hanya sekadar permasalahan kesehatan semata walaupun berpangkal dari masalah kesehatan, namun sangat kompleks menyangkut juga permasalahan sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan. Bila kondisi ini dianggap sebagai medan pertempuran menghadapi bencana, dokter dan petugas kesehatan adalah prajurit yang harus berada di garis depan.
Namun tidaklah cukup hanya mengandalkan dokter dan petugas kesehatan saja. Juga tidak hanya meminta pemerintah untuk bertanggung jawab mengatasi bencana ini dengan berbagai kebijakan dan upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi bencana ini. Gerakan masif seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan saat ini. Saya melihat kesadaran itu tumbuh dengan alami dan harus terus digerakkan. Semangat bersama dalam perang COVID-19 ini dengan bersatu, bergotong-royong, dan bekerja sama merupakan solusi dalam mengatasi pandemi COVID-19
*Baca artikel lengkapnya di Indonesia Defense Magazine Edisi ke-4
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































